Breaking News:

Virus Corona di Banten

Wali Kota Airin Terapkan Bekerja dari Rumah di Pemkot Tangerang Selatan

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, membuat kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai Pemerintah Kota Tangerang Selatan

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (baju putih)saat penyerahan Mobile Lab Biosafety Level 2 di Tangerang Selatan, Minggu (30/8/2020). 

TRIBUNBANTEN, TANGSEL - Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, membuat kebijakan
bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi pegawai Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Kebijakan itu mengacu Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan nomor 42 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Rukun Warga Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Terkait adanya klaster penyebaran Covid-19 di perkantoran maka kami memberlakukan lagi sistem WFH, termasuk di kantor Pemkot Tangsel," ujar Airin dalam keterangan yang diterima TribunJakarta, Rabu (9/9/2020).

Pemkot Tangerang Selatan Fasilitasi Warga Tes Covid-19 Gratis, Perhatikan Syarat Berikut

Pemeriksaan Kesehatan Bacalon Kepala Daerah Tangerang Selatan Digelar di RSUD Kabupaten Tangerang

Dia menjelaskan, upaya memberlakukan Work From Home (WFH) itu dalam rangka memutus
penyebaran (Covid-19).

Meskipun Tangerang Selatan masuk zona oranye, namun, menurut dia, kewaspadaan tetap harus dilakukan karena saat ini Pemprov Banten menetapkan PSBB untuk semua Kabupaten/Kota di Banten.

Program 3M akan terus digalakkan. Tak hanya sekedar pada penggunaan masker saja tetapi juga warga harus sering mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Sekarang ini kesannya cukup pakai masker saja. Padahal harus ada jaga jarak dan mencuci tangan. Ini yang harus ditekankan saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tangsel, Apendi, menjelaskan, WFH diterapkan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dengan cara bergantian.

Jumlah pegawai yang masuk kantor hanya dibatasi setengahnya.

"Ya jadi kita se-Tangsel, 38 OPD se-Tangsel. 38 OPD itu kita 50%, eselon II tetap harus masuk setiap hari. yang lainnya diatur oleh kepala OPD. tapi kita dibatasi yang masuk 50% jadi agar tidak terlalu banyak orang jadi disesuaikan dengan infrastrukturnya," papar Apendi melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2020).

Dokter Bedah RSU Kota Tangerang Selatan Terjangkit Covid-19, Ruang Operasi di Sterilisasi

Ketua KPU Tangerang Selatan Bocorkan Waktu Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Kepala Daerah

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved