Breaking News:

Virus Corona di Banten

Alasan Ratu Tatu tak Terapkan PSBB Total di Serang, Bicara Zona Merah Hingga Geliat Ekonomi

Ratu Tatu mengakui dirinya tidak dapat menerapkan PSBB secara total di Kabupaten Serang karena adanya permintaan dari pelaku industri

Tribuners/Martin Ronaldo
Ratu Tatu Chasanah mendapatkan Surat Rekomendasi dukungan dari DPP Nasdem dan di sampaikan langsung oleh Ketua DPW Nasdem Banten di sekretariat DPW Nasdem Banten, Selasa, (16/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pemerintah Kabupaten Serang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total seperti dilakukan di DKI Jakarta atas peningkatan kasus Covid-19.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan alasannya.

Ratu Tatu mengatakan menjelaskan data yang diterima dari Dinkes Kabupaten Serang serta Kemenkes, wilayah kabupaten Serang yang dipimpinnya tidak termasuk kriteria zona merah penularan Covid-19.

"Kalau PSBB total itu kan berada di zona Merah," ujar Ratu Tatu Chasanah saat ditemui di Kantor Bupati Serang, Kamis (17/9/2020).

Oleh karena itu, Pemkab Serang hanya akan melakukan peningkatan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat hingga Februari mendatang .

Ia mengatakan penerapan PSBB secara total hanhya akan mengakibatkan penurunan geliat ekonomi warga.

Ratu Tatu mengakui dirinya tidak dapat menerapkan PSBB secara total di Kabupaten Serang karena adanya permintaan dari pelaku industri di wilayahnya.

Menurutnya, para pelaku industri yang ada memohon agar tidak ada penutupan kawasan industri, karena hal tersebut dapat berdampak kepada pendapatan pabrik dan karyawan.

17 Aturan yang Wajib Dipatuhi Warga Selama PSBB di DKI Jakarta

Gubernur Banten Emoh Ikut-ikutan Istilah Rem Darurat Covid-19 seperti Anies Baswedan

Terjadi Klaster Baru Covid-19, Gubernur Banten Minta Masyarakat dan Kepala Daerah Solid

 

Sejumlah buruh mengenakan masker saat pulang kerja di salah satu pabrik di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/4/2020). Langkah tersebut dalam rangka pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di lingkungan pabrik.
Sejumlah buruh mengenakan masker saat pulang kerja di salah satu pabrik di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/4/2020). Langkah tersebut dalam rangka pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di lingkungan pabrik. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Tatu menjelaskan, Pemkab Serang tidak mau mengambil pusing untuk penerapan PSBB di wilayahnya.

Ia tidak mau menjadi sasaran kesalahan dari masyarakat jika aktivitas ekonomi menurun akibat PSBB total.

"Karena kalau dilakukan secara total, serba salah. Kita setop semua kegiatan ekonomi akan berdampak buruk pada perekonomian kita," ujarnya.

Menurutnya, pemulihan ekonomi dan kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, ia mengatakan dengan tidak adanya penutupan industri, maka tidak terjadi penurunan perekonomian.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved