Breaking News:

Curhat Pelaku Usaha Kafe: Sedih Kalau Diceritain

Saat Tribunbanten.com mengunjungi kafe milik Arif Maulana pada Rabu (16/9/2020) petang, tampak sebanyak 16 kursi dan 8 meja tak terisi pengunjung.

Tribunbanten.com/Rizki Asdiarman
Suasana kafe di Kota Serang, Banten, Rabu (16/9/2020), tampak sepi pengunjung pasca-adanya pandemi Covid-19. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dampak pandemi Covid-19 mengena hampir ke seluruh jenis usaha, termasuk beli makanan dan minuman seperti kafe.

Sejumlah pengusaha kafe minuman dan makanan di wilayah Kota Serang mengalami penurunan omzet.

Hal ini yang dirasakan Arif Maulana (28), pengusaha kafe di kawasan kampus Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta), Jalan Pakupatan, Cipocok, Kota Serang.

Saat Tribunbanten.com mengunjungi kafe milik Arif Maulana pada Rabu (16/9/2020) petang, tampak sebanyak 16 kursi dan 8 meja tak terisi pengunjung.

Hanya suara musik yang mengisi seisi ruangan kafe tersebut.

Arif menceritakan, kondisi kafe sepi seperti ini telah terjadi sejak Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Serang pada beberapa bulan lalu.

"Mungkin karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Ia mengaku, saat ini, omzet usaha kafenya merosot hingga 70 persen jika dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Biasanya, sebelum PSBB, pendapatan masih di atas Rp 500 ribu, saat ini Rp 200 ribu saja tidak sampai," ucapnya.

Pemkot Serang Terapkan PSBB Mulai 10 September, Jam Operasional Tempat Hiburan Dibatasi

Kota Serang Kembali Berlakukan PSBB, 8 Pintu Masuk Disekat Check Point

Halaman
12
Penulis: Rizki Asdiarman
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved