Breaking News:

Virus Corona di Banten

Jumlah Swab Test di Kabupaten Serang Belum Capai Target

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengungkapkan jumlah Swab Test untuk mendeteksi seseorang terinfeksi Covid-19 belum mencapai target

freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengungkapkan jumlah Swab Test untuk mendeteksi seseorang terinfeksi coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum mencapai target.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi.

"Alat dan bahan pengambilan swab untuk PCR, jumlahnya belum memadai," kata dia, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (16/9/2020).

Jangan Sembunyi, 4.000 ASN di Kota Serang akan Di-swab Massal

Warga Tangerang Bingung, Hasil Rapid Berbeda dengan Swab, Kok Bisa? Simak Ceritanya

Dia menjelaskan, jumlah Swab Test di Kabupaten Serang mencapai 4.993 spesimen.

Padahal, kata dia, angka itu jauh dari standar badan kesehatan dunia (WHO) yang telah ditetapkan yakni satu persen dari jumlah penduduk yang ada di kabupaten Serang sebesar 1. 508.397.

Capaian target dari bulan Maret hingga September baru mencapai 33,10 persen, yang artinya sangat jauh tertinggal.

Agus mengatakan masih terdapat 10.000 tes swab lagi untuk bisa mencapai standar dari WHO.

Ia menjelaskan, tidak dapat memberikan jaminan untuk tahapan Swab Test yang ditarget yakni 10.000.

"Untuk waktu penyelesaian, belum dapat ditentukan, karena tergantung dari kesiapan sumber daya manusia dan sarana, saat melakukan swab dan kesiapan laboratorium juga harus dicek sejauh mana. Agar bisa menerima sample dari Dinkes Kab Serang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, labotarium kesehatan daerah Kabupaten Serang, belum mampu menjadi rujukan pemeriksaan sample yang dilakukan puskesmas dan dinkes.

Selama ini pihaknya memperoleh bantuan dari Dinkes Provinsi Banten.

Untuk sasaran Swab Test sendiri akan dilakukan terlebih dahulu bagi keluarga yang terpapar Covid-19.

Kisah Warga Kota Mataram, Diminta Rapid Test Covid-19, Kehilangan Bayi karena Telat Ditangani

Evaluasi Hari Pertama Belajar di Sekolah di Serang, Guru tak Rapid Test Terancam Sertifikasinya

Tak hanya itu tes tersebut juga kepada masyarakat yang Rapid Test nya dinyatakan reaktif.

Berdasarkan data yang wartawan terima, setidaknya 141 masyarakat kabupaten Serang terpapar positif Covid-19.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved