Breaking News:

Dampak PSBB, Pusat Perbelanjaan Rugi Rp 200 Triliun, Banyak Tenant Menyerah

Imbas pandemi covid 19 mal dan pusat perbelanjaan mengalami kerugian hingga Rp 200 triliun.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUN PEKANBARU/TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Ilustrasi UKM 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Imbas pandemi covid 19 mal dan pusat perbelanjaan mengalami kerugian
hingga Rp 200 triliun. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat
omzet menurun hingga 50 persen.

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, pusat perbelanjaan hanya punya batas kapasitas 50 persen saja.

Sehingga omzet pun ikut berkurang setengahnya.

"Kami omzet setahun Rp 400 triliun. Kalau 50 persen turun jadi sekira Rp 200 triliun, ya
kerugiannya di situ, tapi kan biayanya tidak bisa menutup," ujarnya saat webinar, Senin (28/9/2020).

Mulai 1 Oktober Lebak Diberlakukan PSBB, Aktivitas Warga Dibatasi Hingga Pukul 22.00 WIB

PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Rata-Rata 1.140 Kasus Covid-19 Per Hari

Maksud tidak bisa menutup biaya operasional, kata Budihardjo, yakni tetap harus membayar pajak dan hak karyawan meski kapasitas mal hanya setengah.

"Kami selaku sektor di tengah punya kewajiban ke pemerintah berupa setoran pajak saat mengalami kondisi sulit. Kami ada tanggung jawab ke karyawan juga," katanya.

Selain itu, dia menambahkan, arus kas dari tenant penyewa di pusat perbelanjaan juga sudah lesu sejak Maret karena adanya PSBB.

"Pusat belanja dan tenant 6 bulan ini berat. Tidak baik dari Maret sampai sekarang, omzet dan kas dari perusahaan minim," ujarnya.

Budihardjo juga mengakui adanya fenomena pusat belanja di sekitar DKI Jakarta mendadak ramai karena tidak berlaku pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti di Ibu Kota.

Ia mengatakan, peralihan konsumen tersebut kelihatannya hanya berlaku saat akhir pekan saja.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved