Breaking News:

Pelaku Vandalisme di Musala Sempat Minta Uang ke Ortu, Ternyata Beli Pilox, Simak Investigasi Polisi

Kapolresta Kabupaten Tangerang, Komisaris Besar Polisi Ade Ary, mengumumkan hasil investigasi sementara upaya vandalisme yang dilakukan di musala.

TRIBUNBANTEN/ZUHIRNA WULAN DILLA
Satu unit musala di Kabupaten Tangerang menjadi sasaran tindak vandalisme. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dillla

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN TANGERANG - Kapolresta Kabupaten Tangerang, Komisaris Besar Polisi Ade Ary, mengumumkan hasil investigasi sementara upaya vandalisme yang dilakukan seorang remaja di musala.

Menurut dia, pada hari kejadian, pelaku meminta uang jajan kepada orangtua. Ternyata, kata dia, uang itu digunakan untuk membeli pilox, lakban dan gunting.

"Ia membeli tiga barang tersebut untuk melampiaskan kekesalannya. Lalu dia mencoret - coret musholla," jelasnya, melalui sambungan telefon dengan TribunBanten.com, Rabu (30/9/2020).

Pelaku Vandalisme Musala Diduga Alami Gangguan Mental, Sempat Jalani Ruqyah

Sosok Pelaku Vandalisme Musala, Alami Perubahan Sikap Dua Bulan Terakhir, Sering Berbicara Sendiri

Berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan, pelaku melakukan aksi tercela itu didasari karena marah kepada orang tua tidak diizinkan untuk keluar rumah.

"Orang tua melarang dia keluar rumah karena anaknya sedang menjalani perawatan mental dari ruqiyah sampai ke psikiater," kata dia.

Orangtua pria berinisial S itu, dia melanjutkan, mengetahui perilaku anaknya berubah sejak dua bulan yang lalu.

"Sebelumnya ia anak yang baik dan rajin, tetapi tiba-tiba jadi berubah kasar dan emosian bahkan sama orang tuanya sendiri," kata dia.

Hal ini membuat orang tuanya membawa ia ke untuk menjalani pengobatan dan tidak diberikan izin keluar rumah.

Polisi Tangkap Pelaku Vandalisme Musala, Rumah Pelaku Hanya Berjarak 50 Meter dari Lokasi Kejadian

Ade masih belum tahu alasan perubahan sikap pelaku tersebut.

Sampai saat ini, proses penyidikan masih akan terus berlangsung.

Untuk tersangka dijerat pasal 156A KUHP yaitu tentang penodaan agama dan pasal 406 KUHP tentang perusakkan fasilitas ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved