Breaking News:

Refleksi HUT ke-20 Banten, Pengamat Sebut WH-Andika Belum Berhasil Atasi Kemiskinan

Dosen Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, Eko Supriatno, menyoroti tingginya kemiskinan di Provinsi Banten.

Martin Ronaldo/Tribunners
Kondisi rumah keluarga Apipi dan istri, Asmawati di tepi laut, Kampung Sawah, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Dosen Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, Eko Supriatno, menyoroti tingginya angka kemiskinan di Provinsi Banten.

Menurut dia, pasangan Gubernur-Wakil Gubernur, Wahidin Halim-Andika Hazrumy belum berhasil mengatasi kemiskinan di provinsi tersebut.

"Kepemimpinan WH-Andika telah gagal menghadirkan kesejahteraan masyarakat Banten," kata Eko, saat dihubungi, pada Senin (05/10/2020).

Gubernur Banten Wahidin Halim Perpanjang PSBB Hingga 20 Oktober

Curhat Soal Kegiatan Belajar Mengajar, Gubernur Banten Wahidin Halim: Jangan Korbankan Siswa Didik

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, angka kemiskinan di Banten periode Maret 2020 mencapai 5,92 persen.

Jumlah itu meningkat dari periode September 2019 yang mencapai 4,94 persen atau dari 641.420 jiwa menjadi 775.990 jiwa.

Dia menilai Provinsi Banten menempati urutan pertama tingkat pengangguran terbuka (TPT) se-Indonesia selama tiga tahun berturut-turut atau sejak 2018.

Posisi itu awet selama kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim yang dilantik pada Mei 2017 lalu.

Adanya data pengangguran yang meningkat, kata dia, merupakan bukti WH-Andika telah gagal memimpin Banten.

"Hal itu terjadi karena melambatnya pertumbuhan ekonomi hingga inflasi di provinsi yang dipimpin Gubernur Wahidin Halim," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Rizki Asdiarman
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved