Breaking News:

Pelaku Begal Payudara Belum Tertangkap, Tiga Pekerja Wanita Ini Was-Was Setiap Pulang Malam

ZIM yang bekerja sebagai staf call center ini mengaku kerap khawatir saat bekerja shift 2 dan pulang malam.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Abdul Qodir
Kompas Tv
Tangkapan layar rekaman CCTV pelaku begal payudara membuntuti target dari belakang serta beraksi melukai korban dan kabur. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Tiga kali kejadian begal payudara di Tangerang Selatan membuat para pekerja wanita cemas saat pulang bekerja malam hari.

Meskipun saat ini banyak perusahaan memberlakukan bekerja dari rumah atau Work From Home, namun masih ada perusahaan melaksanakan pekerjaan di kantor.

Di antaranya, ZIM (24), wanita asal Tangerang Selatan.

ZIM yang bekerja sebagai staf call center ini mengaku kerap khawatir saat bekerja shift 2 dan pulang malam.

"Was-was setiap pulang malam, baru jam 7 atau 8 saja saya sudah takut," ujarnya kepada TribunBanten.com, Jumat (9/10/2020).

ZIM mengaku kecewa dengan kinerja kepolisian yang masih belum berhasil menangkap para pelaku, apalagi kasus pertama yang terjadi setahun lalu.

Hal sama dirasakan AOW (23).

Pekerja wanita ini mengaku merasa seperti diteror ketika pulang bekerja di atas pukul 20.00 WIB.

"Saya sampai setiap pulang bekerja malam itu teleponan dengan teman saya walaupun saya sedang mengendarai sepeda motor. Itu karena saya sangat khawatirnya," ujarnya.

Ia berharap petugas kepolisian lebih mengintensifkan patroli di titik dan jam rawan kejahatan, termasuk kasus begal payudara.

"Patroli keamanan kalau bisa di atas jam 7 sampai 8 malam lebih diperketat lagi. Walau memang jam segitu masih ramai, tapi kan itu sebagai bentuk mencegah," harapnya.

Waspada Pelaku Begal Payudara Berkeliaran di Tangsel, Tiga Orang Jadi Korban Salah Satunya Artis

Polsek Pondok Aren Kesulitan Ungkap Pelaku Begal Payudara, Baru Masuk Satu Laporan Polisi

FEP (30), pekerja wanita ini mengaku sering pulang malam karena pekerjaannya, mengaku memiliki kekhawatiran mendalam akan masalah ini.

"Bagaimana saya tidak was-was, kasus sudah dari setahun lalu dan terjadi sudah berkali-kali tapi masih tidak bisa diatasi," jawabnya dengan nada suara meninggi.

Ia benar-benar kecewa dan marah kenapa kasus mengerikan ini bisa tidak mampu teratasi dengan cepat.

"Kasus pelecehan seksual selalu dianggap sepele, padahal ribuan wanita yang mengalami atau tidak menganggap itu sebagai teror setiap harinya," katanya kembali.

Tiga kasus begal payudara yang terjadi di Tangerang Selatan sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Belum ada informasi lebih lanjut dari Polres Tangsel terkait perkembangan tindak lanjut dari kasus ini.

Padahal, kasus tersebut membawa ketakutan bagi pekerja wanita yang harus pulang bekerja malam hari.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved