Breaking News:

Dugaan Pelanggaran Kampanye Ratu Tatu, Ketua DPRD Kabupaten Serang Diperiksa 6 Jam oleh Bawaslu

Kajian sementara Bawaslu Banten, Ketua dan Sekretaris DPRD Kabupaten Serang yang mengikuti acara Bapera itu diduga melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016

Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Anggota Bawaslu Provinsi Banten Nurhayati Solapari 

Dugaan Pelanggaran Deklarasi Ratu Tatu, Ketua DPRD Kabupaten Serang Diperiksa 6 Jam oleh Bawaslu

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum dipanggil dan dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Provinsi Banten terkait dugaan pelanggaran kampanye untuk paslon Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa.

Bahrul Ulum hadir didampingi oleh kuasa hukumnya pada pukul 10.00 WIB di kantor Bawaslu Provinsi Banten di Jalan Kelapa Dua, Kota Serang, Banten, Sabtu (10/10/2020).

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten Nurhayati Solapari mengatakan, pihaknya memanggil Bahrul Ullum untuk mengklarifikasi perihal kehadirannya dalam acara pelantikan sekaligus deklarasi Pengurus Ormas Golkar Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Provinsi Banten, untuk paslon Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa, di Hotel Ratu Horison Kota Serang pada 29 September 2020.

Nurhayati mengatakan yang bersangkutan dimintai keterangan selama enam jam untuk menjelaskan keterlibatan yang bersangkutan pada acara itu.

Diketahui, Bahrul Ulum selain menjabat Ketua DPRD Kabupaten Serang, dia juga merupakan Sekretaris Jenderal DPD Partai Golkar Provinsi Banten.

Yayan dalam pelaporannya ke Bawaslu menyampaikan ada dugaan tiga pelanggaran yang terjadi dalam deklarasi acara itu.

Dugaan pelanggaran itu adalah kampanye di luar jadwal pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa, keterlibatan Ketua DPRD Kabupaten Serang dan dugaan keterlibatan ASN.

"Kami masih mengkaji lebih dalam terkait dugaan pelanggaran, karena ini baru tahap klarifikasi. Masih ada proses lanjutan buang dilakukan Bawaslu untuk membuat terang peristiwa hukum," katanya.

Ratu Tatu Chasanah Paling Tajir Melintir di Pilkada Serang, Jangan Kaget Lihat Deretan Hartanya Ini

 

Selanjutnya, Bawaslu akan melakukan kajian bersama dengan tim Gakumdu se-Banten.

Selain  Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Bawalu Banten juga memanggil Sekretaris DPRD Kabupaten Serang Mahfudi dan saksi pelapor yakni Yayan.

Kajian sementara Bawaslu Banten, Ketua dan Sekretaris DPRD Kabupaten Serang yang mengikuti acara Bapera itu diduga melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Sementara itu, Bahrul Ullum berjalan cepat meninggal wartawan saat hendak dikonfirmasi soal dugaan pelanggarannya saat keluar dari kantor Bawaslu Provinsi Banten.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved