Breaking News:

Hari Santri Nasional, Senator Asal Banten Ali Ridho: Santri Tidak Hanya Mengaji, Tapi Mengkaji

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dan jelas dari titik itu santri berusaha untuk menjadi manusia yang terbaik," ujarnya.

istimewa
Hari Santri 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari dapil Provinsi Banten, Ali Ridho Azhari menyampaikan saat ini tugas santri bukan sekadar mengaji, tapi juga mengkaji.

Senator kelahiran Jakarta, 22 Desember 1989 ini merupakan lulusan Pondok Pesantren Darul Qolam Gintung Jayanti, Tangerang.

"Santri harus hebat karena bagaimanapun dambaan Nabi Muhammad SAW," kata Ali saat ditemui usai kegiatan di BPKD Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/10/2020).

Hal itu disampaikan Ali Ridho Azhari menanggapi peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2020, hari ini. 

Ali menilai pendidikan pondok pesantren merupakan institusi pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan, ilmu dan teknologi.

"Semua itu untuk kepentingan agama, masyarakat, negara, dan dunia," jelasnya.

Baginya, pesantren merupakan institusi pendidikan yang mengajarkan harmoni, persatuan, kesatuan, tata pergaulan kosmopolit, yang menjadikannya sebagai tradisi besar.

"Dengan modal sosial budaya keagamaan tersebut, saya yakin, santri mampu menjawab berbagai problem keagamaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan dunia," ucapnya.

Baca juga: Hari Santri 22 Oktober 2020, Hasnaeni: Santri Pegang Peranan Mewujudkan Indonesia Emas

Baca juga: Ratusan Santri di Tangerang Positif Covid-19, Klaster Pesantren Penyumbang Terbesar Kasus di Banten

Aktivitas santri di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020) setelah libur panjang akibat Covid-19. Ponpes tersebut menerapkan protokol kesehatan dan pengecekkan kesehatan bagi santri yang baru tiba.
Aktivitas santri di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020) setelah libur panjang akibat Covid-19. Ponpes tersebut menerapkan protokol kesehatan dan pengecekkan kesehatan bagi santri yang baru tiba. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

 

Santri dituntut untuk terus memahami dan setia berpijak pada tradisinya sendiri, melakukan kontekstualisasi-inovasi, dan menyerap secara selektif berbagai perkembangan sains teknologi dan kebudayaan dari berbagai belahan dunia.

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Dan jelas dari titik itu santri berusaha untuk menjadi manusia yang terbaik," ujarnya.

Di samping itu, ia menyakini diri untuk selalu memberikan motivasi kepada para santri, untuk terus bersaing dalam segi apapun.

Penulis: Rizki Asdiarman
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved