Breaking News:

Stimulus Pelayanan Pesawat Udara, Periode 23 Oktober-30 Desember 2020, Tiket Dapat Dijangkau

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, resmi memberikan stimulus Pelayanan jasa penumpang pesawat udara

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang dihentikan selama tiga menit memperingati HUT Ke-75 Republik Indonesia, Senin (17/8/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal
Perhubungan Udara, resmi memberikan stimulus Pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U).

Stimulus sebesar Rp 175 miliar ini, memberikan keringanan kepada penumpang angkutan udara karena tidak perlu lagi membayar pajak saat membeli tiket pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, pemberian stimulus untuk seluruh penumpang yang membeli tiket dengan periode 23 Oktober hingga 30 Desember 2020.

"Dengan stimulus ini, penumpang pesawat tidak perlu lagi membayar Airport Tax atau Passenger Service Charge saat membeli tiket pesawat. Pajak ini biasanya sudah include dengan tiket pesawat," ucap Novie dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/10).

Baca juga: Catat, Diskon Tiket Pesawat Hingga 45 Persen, 9-12 Oktober 2020

Baca juga: Kampanye Protokol Kesehatan, Garuda Pasang Gambar Masker di Moncong Pesawat, Yuk Lihat Bentuknya

Ia juga menyebutkan, melalui stimulus PJP2U ini masyarakat yang ingin bepergian tidak akan dibebankan Airport Tax dan PSC karena biayanya ditagihkan ke pemerintah melalui penyelenggara udara.

Novie juga menyebutkan, stimulus ini akan berlaku hanya untuk penumpang pesawat yang membeli tiket keberangkatan dari 13 bandara yang sudah ditentukan.

Berikut 13 bandara yang berlaku stimulus PJP2U dari Kemenhub, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Yogyakarta Kulon Progo (Yogyakarta), Adisucipto (Yogyakarta), Kualanamu (Medan), Komodo (Labuan Bajo), Lombok Raya (Lombok), Jenderal Ahmad Yani (Semarang), Blimbingsari (Banyuwangi), Sam Ratulangi (Manado), Hang Nadim (Batam) dan Silangit (Sumatera Utara).

"Kami berharap, dengan adanya stimulus ini dapat dimanfaatkan masyarakat melakukan kegiatan yang produktif. Stimulus ini diharapkan juga dapat dimanfaatkan maskapai dan operator bandara untuk mendorong ekonomi Indonesia," ujar Novie.

Selain itu, lanjut Novie, stimulus ini juga diharapkan dapat membuat masyarakat terdorong untuk bepergian menggunakan angkutan udara.

Sehingga pemulihan bisnis pariwisata Indonesia dapat terwujud.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved