Breaking News:

Taman Nasional Komodo vs Proyek Jurassic Park, Viral Foto Komodo Hadang Laju Truk

Kementerian PUPR edang mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSN) Super Prioritas di 10 tempat di Indonesia.

Editor: Glery Lazuardi
Instagram @gregoriusafioma
Seekor komodo tengah menghadang truk pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca 

Kedua ditjen ini telah mendandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) untuk pembangunan sarana dan prasarana wisata alam di Pulau Rinca.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat dan Direktur Air Tanah dan Air Baku Ditjen SDA Kementerian PUPR Iriandi Azwartika dengan Dirjen KSDAE Kementerian LHK Wiratno, pertengahan Juli 2020.

Dirjen KSDAE KLHK Wiratno mengatakan, tujuan penandatanganan PKS adalah sebagai landasan bagi Kementerian PUPR dan Kementerian LHK dalam menyusun dan melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata di Loh Buaya di Pulau Rinca.

“Melalui PKS ini, pengembangan Pulau Rinca sebagai destinasi wisata premium berkelas dunia dapat dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan,” ucap Wiratno.

Baca juga: Taman Wisata Mahoni, Destinasi yang Menarik Dikunjungi, Keren Banget!

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Dalam rancangan pengembangan dan penataan Pulau Rinca, akan dibangun kantor pengelola kawasan, selfie spot, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata (ranger).

Area trekking untuk pejalan kaki dan shelter pengunjung didesain melayang atau elevated, agar tidak mengganggu lalu lintas Komodo.

Menurut Arsitek yang mengerjakan desain KSPN Super Prioritas Labuan Bajo, Yori Antar Awal, penataan dan pengembangan kawasan Pulau Rinca tidak boleh mengganggu habitat Komodo.

Oleh karena itu, konsep desainnya diciptakan dengan pendekatan geopark berkelanjutan, mirip pengembangan Jurassic Park.

Dari hasil survei yang telah dilakukan bersama pihak Taman Nasional Komodo (TNK), Yori mengakui, di Pulau Rinca terlalu banyak bangunan yang tidak kontekstual satu sama lain dan posisinya tersebar.

Untuk itu, dalam konsep desain yang akan diterapkan, hanya satu titik yang akan dibangun struktur besar untuk melihat atraksi Komodo.

Ini artinya, hanya satu liang yang bisa dimanfaatkan untuk atraksi wisata dan satu liang tersebut diisi 70 ekor komodo.

Sebagian besar liang akan dilindungi agar habitat Komodo tidak terusik dan terganggu aktivitas wisatawan.

"Setelah konsultasi dengan TNK, hanya satu liang yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai atraksi wisata," ucap Yori.

Baca juga: PVMBG: Gunung Anak Krakatau Berpotensi Membahayakan, Wisatawan Dilarang Mendekat

Baca juga: Bingung Habiskan Waktu Libur, Kunjungi Pantai Mutiara, Tawarkan Pesona Wisata Laut Tanah Para Jawara

Selain itu, akan dibangun jalur berbeda antara manusia atau pengunjung dan Komodo dengan struktur melayang atau elevated setinggi 2 meter.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved