Breaking News:

Libur Maulid Nabi, Hotel Kelas Melati di Tangerang Selatan Justru Diminati Warga, Kenapa Ya?

Jumlah pengguna hotel kelas melati di Tangerang Selatan diprediksi meningkat selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.

booking.com
Ilustrasi hotel 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Jumlah pengguna hotel kelas melati di Tangerang Selatan diprediksi meningkat selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung mulai dari 28 Oktober-1 November 2020.

"Kami khawatir jika kenaikan itu adanya di hotel yang tidak resmi. Yang dimaksud tidak resmi itu yang tidak bayar pajak dan terdaftar," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tangerang Selatan Gusri Efendi, melalui sambungan telepon kepada TribunBanten.com, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: PHRI: Selama Pandemi Covid-19 Hotel dan Restoran di Banten Alami Kerugian

Baca juga: Kota Serang Miliki Tempat Wisata Ala Eropa, Berlibur Tak Lagi Jauh dan Keluarkan Banyak Biaya

Sedangkan untuk hotel-hotel berbintang, kata dia, tidak berpengaruh.

Belum terlihat ada kenaikan pengunjung hotel di hari kedua liburan ini.

"Tidak ada kenaikan sampai hari ini, malah semakin menurun karena kalau liburan gini kan orang-orang pasti perginya ke luar Tangsel," ujarnya

Dia menjelaskan, jumlah hotel yang telah terdaftar resmi di Tangsel sekitar 2800 kamar dan untuk hotel tidak resminya memiliki 5000 kamar.

Bagi Gusri menurun angka pengunjung ini karena selain warga yang lebih memilih keluar Tangsel, saat ini masih dalam kondisi pandemi Virus Corona.

Imbauan dari Pemkot Tangsel juga menyarankan untuk liburan ini lebih baik diam saja di rumah, kecuali dalam keadaan mendesak.

Perlu diketahui jika sebelumnya PHRI Tangsel menyebut bahwa Restoran mengalami peningkatan sebanyak 20%.

Namun untuk hotel malah semakin menurun, yang sebelum pandemi bisa naik ke angka 95% jika ada libur panjang namun saat ini 70% saja tidak sampai.

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

"Kami juga masih membatasi jumlah pengunjung jadi mungkin itu salah satu alasan kenapa bisa terus menurun," tutupnya.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved