Breaking News:

Kisah Penjaga Pantai Anyer, Ibarat Film Baywatch Hanya Bermodal Ban untuk Selamatkan Wisatawan

Sobari (49) menceritakan pengalaman selama 27 tahun menjadi penjaga pantai di Panjang Jambangan Bandulu, Kabupaten Serang.

TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Sobari (49) menceritakan pengalaman selama 27 tahun menjadi penjaga pantai di Panjang Jambangan Bandulu, Kabupaten Serang. 

Sementara itu, Safika, istrinya, menjual minuman dan makanan di area Pantai Panjang Jambangan Bandulu.

Ia, merupakan anggota Balawista bersama 35 orang lainnya. Mereka bertugas di sepanjang area pantai Anyer.

Mereka bekerja bermodalkan ban karet tanpa ada pelampung dan alat lainnya.

Hampir setiap hari, dia berada dikawasan ini sebagai penjaga pantai.

Baca juga: Pantai Carita, Destinasi Favorit Wisata di Banten, Simak Gunung Anak Krakatau dari Dekat

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Penghasilan yang ia dapatkan tidak besar, hanya berkisar Rp 30 ribu dalam satu hari.

Hal itu sangat berat ia rasakan, lantaran dirinya juga harus menghidupi dua anaknya.

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran kami, walaupun tidak diberikan perhatian dari pemerintah setempat dalam hal ini Diaspora," kata dia.

Pada saat pandemi Covid-19, dia merasakan tidak adanya penghasilan dari para pengunjung yang datang ke pantai.

Ia pun mengaku dari semenjak enam bulan, baru kali ini dirinya melihat pengunjung mulai berdatangan ke pantai.

Sekalipun dalam keadaan seperti ini, dirinya tetap membersihkan pantau dan menjaga wisatawan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved