Komando Resor Militer 064: Babinsa Berada di Garda Terdepan Penanganan Covid-19

Komando Resor Militer 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, mengatakan Babinsa berada di garda terdepan penanganan pandemi Covid-19

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/RIZKIASDIARMAN
Komandan Resor Militer 064/Maulana Brigadir Jenderal TNI Gumuruh Winardjatiko, di Korem 064/MY Jalan Maulana Yusuf, Cimuncang, Serang, Rabu (4/11/2020). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Komando Resor Militer 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, mengatakan Bintara Pembina Desa (Babinsa) berada di garda terdepan penanganan pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Menurut dia, di garda terdepan Babinsa bekerjasama bersama dengan Bhabinkamtibmas, Satpol PP, RT, RW, tenaga medis, dan instansi terkait.

"Tugas Babinsa selama pandemi bersama dengan instansi lain di lapangan adalah menjaga masyarakat agar tetap merasa aman dan mengacu pada instruksi nasional dengan pelaksanaan protokol kesehatan (protkes)," kata dia, ditemui di Korem 064/MY Jalan Maulana Yusuf, Cimuncang, Serang, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Tangerang Raya, Penyebaran Masih Mengkhawatirkan

Baca juga: Per 31 Oktober 2020, Obat Penanganan Pasien Covid-19 Sudah Disebar ke 34 Dinas Kesehatan Provinsi

Dia menjelaskan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu percepatan penanganan Covid-19 termasuk di wilayah Provinsi Banten.

Pihaknya tidak akan berhenti melaksanakan upaya-upaya membantu penanganan itu.

”Kami juga akan lebih giat lagi. Terutama bagi pasukan yang di lapangan,” kata dia.

Menurutnya, kedisiplinan masyarakat penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Karena itu, butuh sinergi di antara banyak pihak," jelasnya.

TNI takkan pernah berhenti mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat agar selalu mematuhi 4M.

"Kalau dulu 3M sekarang jadi 4M, yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menjauhi Kerumunan," jelasnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Banten 4 November 2020

Baca juga: Resmikan RSI H Madali Lebak sebagai Tempat Pasien Covid-19, Bupati Iti Kesal Ingin Labrak Pemprov

Sejauh ini, dia melihat, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.

Hal ini terlihat dari banyaknya pekerja di wilayah Provinsi Banten terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Ini dampak serius bagi sektor pekerja. Selama masa pandemi ini banyak perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten sudah tutup," jelasnya.

Oleh sebab itu, kata dia, TNI akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan terlibat aktif untuk terus menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat bisa beraktivitas dan produktif, tapi tetap aman dari bahaya Covid-19," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved