Breaking News:

BKSDA Lepas Tiga Ekor Merak Hijau di Taman Nasional Ujung Kulon

Tiga ekor burung Merak hijau dilepas di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, di Pulau Handeuleum, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (6/11/2020).

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di Kabupaten Pandeglang menjadi tempat penangkaran Burung Merak Hijau, Jumat (6/11/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam Jabar Wilayah I Serang melepaskan tiga ekor burung Merak hijau di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, di Pulau Handeuleum, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (6/11/2020).

Merak hijau merupakan hewan eksotis yang hanya berada di Banten. Untuk panjangnya sendiri, merak hijau mencapai 300 cm dan penutup ekor yang panjang, dan terdapat jambul tegak dikepalanya.

Untuk Merak betina sendiri, terdapat perbedaan yang mencolok yaitu lebih kecil dan memiliki warna bulu abu-abu yang mengkilap tanpa hiasan bulu penutup ekor.

BKSDA melakukan pelepasan burung merak hijau bersama dengan Animal Sanctuary Trust. Tiga burung merak tersebut terbagi menjadi satu ekor jantan dan dua ekor betina.

Baca juga: Taman Kita Desa Sidamukti, Tawarkan Pesona Wisata Alam Pedesaan di Kabupaten Serang

Baca juga: Kisah Penjaga Pantai Anyer, Ibarat Film Baywatch Hanya Bermodal Ban untuk Selamatkan Wisatawan

Kepala Seksi BKSDA Jabar Wilayah I Serang, Andre Gibson, menjelaskan burung merak hijau yang dilepasliarkan hasil serahan warga Bogor, kemudian dititipkan dulu ke ASTI untuk dikarantina.

"Lama karantinta burung merak hijau ini sudah dua tahun, sudah cukup lama. Itu dilakukan agar sifat asli dari hewan itu kembali, agar layak dikembalikan ke alam," ujar saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat (6/11/2020).

Pelepasan burung merak sendiri dilakukan agar dapat melestarikan hewan langka yang masuk dalam kategori The Internasional Union for Conservation of Nature.

Burung eksotis ini dapat ditemukan di beberapa negara tetangga seperti RRT, Bangladesh, dan Malaysia.

Namun untuk dua negara yakni Bangladesh dan Malaysia, hewan Merak hijau tersebut telah punah.

Menurutnya, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan tempat yang tepat bagi melestarikan Merak Hijau.

"Kalau pelepasliaran di TNUK ini kita sudah kedua kalinya. Kita juga lakukan keluar Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan, tergantung dari mana habitat hewan tersebut," kata perwakilan ASTI, drh Amira Putri Pertiwi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Baca juga: Pantai Carita, Destinasi Favorit Wisata di Banten, Simak Gunung Anak Krakatau dari Dekat

Untuk makanan Merak hijau sendiri tidaklah sulit, karena merak hijau hanya memakan biji-bijian, pucuk rumput muda dan serangga.

Di Pulau Handeuleum sebenarnya memiliki 12 burung merak hijau, namun satu ekor mati. Sehingga jika ditambah dengan pelepasliaran tiga ekor lagi, jumlahnya kini ada 14 ekor burung.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved