Breaking News:

Satwa Langka Taman Nasional Gunung Halimun Berhasil Diabadikan, Terakhir Diketahui 13 Tahun Silam

Seorang fotographer alam bebas dari kader Taman Nasional Gunung Halimun Salak berhasil mengabadikan aktivitas kodok darah

Editor: Glery Lazuardi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Rahmat Hidayat Kadet TNGHS yang berhasil mengabadikan keberadaan kodok merah yang terancam punah di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. 

TRIBUNBANTEN.COM, BOGOR - Seorang fotographer alam bebas dari kader Taman Nasional Gunung Halimun Salak berhasil mengabadikan aktivitas kodok darah atau kodok merah yang merupakan satwa langka yang keberadaannya terancam punah.

Kodok darah atau kodok merah yang memiliki dominasi warna hitam dengan bintik bintik merah seperti darah ini dalam bahasa ingris disebut bleeding toad atau fire toad sedangkan dalam bahasa ilmiahnya disebut Leptophryne Cruentata.

Baca juga: Negeri di Awan Tak Hanya Dongeng, Jadi Tempat Wisata Provinsi Banten, Hanya 3 Jam dari Jakarta

Fotographer yang berhasil mengabadikan keberadaan kodok endemik di Taman Nasional Gunung Halimu Salak itu adalah Rahmat Hidayat yang merupakan kader TNGHS.

Rahmat mengatakan bahwa keberadaan kodok ini terakhir kali diketahui keberadaannya pada tahun 2007.

Kemudian pada tahun 2018 Ia dan rekan rekan fotographer lainnya berusaha mencari kembali keberadaan kodok yang habitat aslinya ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

"Awalnya cari kodok merah ini di tahun 2018 itu saya enggak nemu nemu lagi, tapi selama dua tahun ini terus nyari tetap ga ketemu dan akhirnya beberapa bulan kemarin itu kita bisa nemu," katanya saat ditemui di lokasi pameran foto dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2020, di Graha Samida, Komplek Kebun Raya, Kota Bogor, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Kisah Penjaga Pantai Anyer, Ibarat Film Baywatch Hanya Bermodal Ban untuk Selamatkan Wisatawan

Rahmat mengatakan Ia menemukan kodok tersebut sekitar pukul 21.00 WIB malam ketika hunting bersama fotographer di TNGHS dikawasan Loji, Suaka Elang, Kabupaten Bogor.

Rahmat bercerita bahwa Ia hanya menemukan ada satu ekor kodok saja.

Dilokasi yang sama Kepala Balai TNGHS, Ahmad Munawir mengatakan bahwa tujuan dari pameran fotography hewan endemik Jawa Barat ini adalah bertujuan untuk memperkenalkan hewan hewan asli Jawa Barat khusunya yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Selain iti juga untuk mengedukasi kepasa masyarakat bahwa keberadaan hewan hewan tersebut saat ini sudah hampir langka dan terancam punah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved