Breaking News:

Pilkada Kabupaten Serang

Pengamat: Debat Kandidat Calon Bupati-Wakil Bupati Serang Ajang Adu Gagasan Bukan Melempar Retorika

KPU Kabupaten Serang akan menggelar debat kandidat antara pasangan calon kepala daerah pada 18 dan 25 November serta 2 Desember 2020.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
net
Ilustrasi Pilkada Serentak 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang akan menggelar debat kandidat antara pasangan calon kepala daerah pada 18 dan 25 November serta 2 Desember 2020.

Terdapat dua pasangan calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Serang 2020.

Mereka yaitu, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan Nasrul Ulum-Eki Baihaki.

Baca juga: Antisipasi Ancaman Peretasan, Pemerintah Kabupaten Serang Perkuat Sistem Keamanan Jaringan dan Data

Pengamat Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino, meminta pasangan calon kepala daerah menyampaikan gagasan dan ide ke depan untuk pembangunan Kabupaten Serang.

"Contoh bagaimana membangun pendidikan di Kabupaten Serang kan kalau umumnya kami menjawab jawaban-jawaban berdasarkan data. Kalau hanya menunjukkan jumlah kursi, gedung dan bangunan itu menurut saya terlalu kanak-kanak," jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa (17/11/2020).

Dia menjelaskan, ajang debat kandidat adalah kesempatan bagi para pasangan calon untuk memberikan informasi kepada calon pemilih.

Hal ini, karena pelaksanaan kampanye selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) tidak adanya kampanye terbuka kepada masyarakat yang mengakibatkan ruang gerak para calon tidak bisa maksimal.

Pada saat ini, kata dia, calon pemilih mencari pasangan calon kepala daerah yang mampu memberikan gagasan filosofis.

Baca juga: KPU Kabupaten Serang Fasilitasi Pasien Covid-19 Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2020

Dia mencontohkan persoalan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang yang harus dipikirkan bukan hanya persoalan hitung-hitungan matematika dan kuantitatif semata, melainkan langkah ke depan.

Selain itu, dia melanjutkan, masyarakat juga perlu mendapatkan pendidikan politik. Seperti, para calon kandidat menghargai setiap argumen ataupun memuji salah satu pasangan lainnya, sehingga membuat komitmen pendidikan politik kepada masyarakat tidak tersampaikan.

"Dalam membangun Kabupaten Serang ke depan perlu untuk berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, bergotong royong saling bahu membahu dan kalau itu tidak bisa disatukan kembali akibat pertarungan politik yang ada itu akan menjadi PR sendiri bagi pemimpin kedepannya," tegasnya.

Dia menambahkan, para kandidat juga harus bisa mencontohkan kepada masyarakat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Karena kalau itu tidak dilakukan bisa berdampak seperti saat ini, orang banyak melakukan ujaran kebencian, orang mudah menerima berita-berita bohong, kemudian orang senang membaca berita dengan konten kampanye hitam," tutupnya.

Baca juga: Kabupaten Serang Rawan Kriminalitas, Pemuda Jadi Korban Begal Sekelompok Orang yang Bawa Celurit

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved