Breaking News:

Perbandingan Kepemimpinan Indonesia dan Vietnam dalam Pengambilan Kebijakan Penanganan Covid-19

Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak Negara menepatkan diri dalam situasi krisis yang luar biasa.

Editor: Glery Lazuardi
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak Negara menepatkan diri dalam situasi krisis yang luar biasa.

Selain karena ini merupakan kejadian yang tidak terduga, krisis ini juga karena penyebaran virusnya yang sangat cepat dan mendunia.

Tentunya, upaya yang dilakukan oleh berabagai negara dalam situasi krisis seperti itu adalah pertama, menerapkan undang-undang darurat (martial law) dalam berbagai tingkatan sesuai dengan kebutuhannya.

Kedua, melakukan mitigasi dan kebijakan untuk mendorong upaya-upaya pencegahan (The Diplomat:2020).

Wabah COVID-19 mendesak banyak negara untuk menerapkan manajemen krisis (state crisis management).

Di Vietnam, beberapa hari setelah WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc menandatangani keputusan yang menyatakan epidemi nasional pada 2 Maret 2020.

Penandatangan keputusan tersebut diikuti dengan penutupan beberapa wilayah yang terpapar Covid-19 dan penutupan sekolah secara langsung.

Dalam memerangi Covid-19, Vietnam bahkan berusaha semaksimal mungkin untuk membangkitkan nasionalisme warganya.

Pemerintah mengibaratkan virus sebagai musuh asing dan menyerukan persatuan penduduk untuk mengalahkannya, dengan moto "memerangi epidemi ibarat berperang melawan musuh” (The Diplomat:2020)

Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Kesehatan dengan cepat mengambil inisiatif untuk meluncurkan situs dan aplikasi seluler.

Bukan hanya untuk memudahkan proses medis, tetapi juga untuk menyebarkan informasi yang akurat dengan cepat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved