Breaking News:

Pilkada Kabupaten Serang

Debat Pilkada Kabupaten Serang, Ulum-Eki Sebut Kepala Daerah Tak Atasi Pencemaran Sungai Ciujung

Pencemaran Sungai Ciujung yang mengalir di Kabupaten Serang menjadi perhatian bagi dua pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Serang.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Tangkapan layar Youtube
Pasangan calon nomor urut 1 sekaligus petahana, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan paslon nomor turut 2 selaku penantang, Nasrul Ulum-Eki Baihaki menyanyikan Indonesia Raya saat awal debat debat publik kedua Pilkada Kabupaten Serang yang disiarkan stasian televisi, Rabu (25/11/2020) malam. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pencemaran Sungai Ciujung yang mengalir di Kabupaten Serang menjadi perhatian bagi dua pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Serang.

Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Serang nomor urut 01, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 02, Nasrul Ulum-Eki Baihaki menyampaikan gagasan.

Hal itu disampaikan di acara debat publik calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Serang yang diselanggarakan, pada Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Debat Pilkada Kabupaten Serang, Nasrul Ulum-Eki: Masyarakat Kabupaten Serang Ingin Pemimpin Baru

Ratu Tatu Chasanah mengatakan pencemaran sungai Ciujung terjadi karena limbah industri yang berada di kawasan timur Kabupaten Serang.

Menurut dia, limbah industri yang berada di sungai Ciujung terlihat di masa kemarau yang menimbulkan air dangkal dan mengeluarkan busa.

"Memang betul, kita akui, tetapi itu sifatnya situasional, pada saat musim kemarau akan terasa. Karena apa? Intasliasi pengolahan limbah di industri di situ sudah mencukupi. Tetapi dengan debit air yang rendah, terlihat kentara ada pencemaran, tapi itu tidak bisa digeneralisasi," kata Tatu, di acara debat kandidat tersebut, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: KPU Kabupaten Serang Fasilitasi Pasien Covid-19 Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2020

Sementara itu, Nasrul Ullum-Eki Baihaki menilai pemerintah Kabupaten Serang belum maksimal menangani pencemaran limbah di sungai tersebut.

"Sampai saat ini, Pemkab Serang bisa dilihat belum banyak berbuat terkait apa yang sudah disampaikan oleh masyarakat di Kabupaten Serang," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved