Breaking News:

Pelajar Ini Bingung Kena Covid-19 Meski Sudah Prokes Ketat

Pria dengan perawakan tubuh tinggi ini menceritakan baru mengetahui dirinya terpapar Covid-19 setelah tubuhnya mengalami demam tinggi.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla
Aksan Maulana (17), penyintas Covid-19 dari Rumah Lawan Covid-19, Tandon Ciater, Tangerang Selatan, Sabtu (28/11/2020). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Pelajar bernama Aksan Maulana (17) asal Pondok Aren, Tangerang Selatan mengaku bingung saat ditanya perihal bagaimana awalnya ia bisa terpapar Virus Corona.

Saat ditemui oleh TribunBanten.com, Aksan memberitahu selama ini ia sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Saya selalu pakai masker ke manapun, bahkan saya juga jarang sekali pergi ke tempat yang banyak kerumunan, hanya memang saya sering pergi ke minimarket atau ATM," ujarnya saat ditemui di Rumah Lawan Covid-19, Tandon Ciater, Tangerang Selatan, Sabtu (28/11/2020).

Pria dengan perawakan tubuh tinggi ini menceritakan baru mengetahui dirinya terpapar Covid-19 setelah tubuhnya mengalami demam tinggi.

"Saya awalnya demam dulu. Karena khawatir tiba-tiba demam tinggi, saya cek kesehatan secara mandiri, lalu hasilnya reaktif," katanya.

Kemudian ia dirujuk ke RLC Tangsel pada 18 November 2020 lalu.

"Saya dirawat selama 10 hari di sini, selama 10 hari itu juga saya menikmati kekeluargaan yang hangat di RLC," ucapnya.

 

Baca juga: Seluruh Wilayah di Banten Masuk Zona Oranye Covid-19, Terparah Cilegon Kategori Zona Merah Covid-19

 

Baca juga: Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Alami Lonjakan Pasien Covid-19, Cetak Rekor Sejak Dibuka

 

Baca juga: 25 Dokter ini Protes dan Mengancam Tidak Menerima Pasien Covid-19 Lagi, Berikut Penyebabnya

Aksan Maulana (17), penyintas Covid-19 dari Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Tandon Ciater, Sabtu (28/11/2020).
Aksan Maulana (17), penyintas Covid-19 dari Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan, Tandon Ciater, Sabtu (28/11/2020). (Tribunbanten.com/Zuhirna Wulan Dilla)

Setelah dinyatakan positif Covid-19, Aksan meminta seluruh pihak keluarganya di rumah untuk melakukan tes rapid.

"Seluruh keluarga di rumah setelah tahu saya reaktif langsung pada cek juga, Alhamdulillah hasilnya non reaktif semua, hanya saya yang reaktif," tuturnya.

Kini, Aksan telah menjalanin karantina dan perawatan di RLC dan dinyatakan telah sembuh dari Covid-19.

Ia mengimbau warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin.

Sebab, dirinya yang telah menerpakan protokol kesehatan saja masih tetap bisa terpapar Covid-19.

"Pokoknya masyarakat jangan abai dan lengah sedikitpun dengan protokol kesehatan, harus selalu pakai masker kemanapun dan jaga jarak serta mencuci tangan atau membawa handsanitizer, karena kita bisa saja terpapar entah darimana," pintanya.

Sejak dibuka April 2020, RLC Tangerang Selatan telah merawat 1.010 orang pasien Covid-19 dan reaktif rapid test.

Sebanyak 874 orang telah dibolehkan pulang setelah dipastikan negatif Covid-19.

Sementara, 117 orang lainnya masih menjalani perawatan.

Aksan Maulana (17), penyintas Covid-19 dari Rumah Lawan Covid-19, Tandon Ciater, Tangerang Selatan, Sabtu (28/11/2020).

2 Lampiran

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved