Breaking News:

Pilkada Kabupaten Serang

Rumah Masih Terendam Jelang Pencoblosan, Warga: Boro-boro Mikirin Nyoblos

Samsul mengatakan ia dan sejumlah warga lainnya yang rumahnya terendam, hanya sempat menyelamatkan anggota keluarga dan sedikit perabotan berharga

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Banjir masih merendam Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang hingga Selasa (8/12/2020) siang atau sehari jelang pemungutan suara atau pencoblosan Pilkada Kabupaten Serang.

Ratusan KK di desa tersebut telah mengungsi ke posko pengungsian dan rumah saudara lantaran rumah mereka tak bisa ditempati.

Sejumlah warga pun berpikir logis tentang nasibnya ke depan dan kondisi perabotan di rumah mereka dibandingkan memikirkan pencoblosan untuk pemilihan kepala daerah mereka.

Di antaranya diutarakan Samsul (40), warga perumahan Bumi Telaga Lestari, Desa Nagara, yang rumahnya terendam banjir.

"Tidak nyoblos, soalnya masih banjir kayak begini. Boro-boro mikirin nyoblos, mikirin banjir belum surut saja sudah capek," ujarnya saat ditemui di Bumi Telaga Lestari, Kecamatan Kibin, Selasa (8/12/2020).

Samsul mengatakan ia dan sejumlah warga lainnya yang rumahnya terendam, hanya sempat menyelamatkan anggota keluarga dan sedikit perabotan berharga mereka karena banjir datang dengan cepat.

Para warga pun mengkhawatirkan banjir susulan mengingat hujan dapat terjadi kapan saja.

Dan warga mengungsi ke beberapa titik posko pengungsian, di antaranya di Masjid Jami Baitul Muttaqin.

Ia juga berharap agar ada bantuan kepada warga yang terendam banjir, karena selama dua hari ini belum ada bantuan dari pemerintah kepada masyarakat yang ada disana.

Bantuan yang diharapkan yaitu, perahu karet untuk dapat mengevakuasi anak-anak kecil, makanan dan pakaian hangat.

Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang.
Ratusan rumah di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam banjir, Selasa (8/12/2020), jelang pemungutan suara Pilkada Kabupaten Serang. (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

 

Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Tangsel Besok Siang, Warga Bisa Datang Nyoblos ke TPS Pagi Hari

Baca juga: Satu Desa di Serang Masih Terendam Banjir Seatap Rumah, Ini Penampakannya

Baca juga: Bawaslu Pelototi 1.143 TPS Rawan di Empat Pilkada di Banten, Ini Penyebabnya

KPU Kota Tangerang Selatan menggelar simulasi pemungutan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di lapangan PTPN VIII, Serpong, Tangsel, Sabtu (12/9/2020). Simulasi dilakukan di TPS 18 dan diikuti 419 orang pemilih dari Kelurahan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Simulasi dilakukan sebagai persiapan pencoblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020 bersamaan pandemi Covid-19.
KPU Kota Tangerang Selatan menggelar simulasi pemungutan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di lapangan PTPN VIII, Serpong, Tangsel, Sabtu (12/9/2020). Simulasi dilakukan di TPS 18 dan diikuti 419 orang pemilih dari Kelurahan Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Simulasi dilakukan sebagai persiapan pencoblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020 bersamaan pandemi Covid-19. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Warga lainnya, Darko mengatakan, masyarakat mengevakuasi barang miliknya menggunakan batang pohon pisang yang dimodifikasi seperti sampan untuk menyelamatkan barang berharga.

"Evakuasi anak kecil di gendong, ini udah langganan tiap tahun, ini (banjir tahun 2020) yang paling parah sama tahun 2012. Air kiriman ini, dari luapan Sungai Ciujung, ketinggian air hampir dua meter di blok D dan E," jelasnya.

Hingga saat ini warga masih tampak mengangkut barang berharga baik perabotan rumah dan kendaraan secara gotong royong bersama.

Hal ini dilakukan agar mewanti-wanti adanya banjir susulan yang bisa saja terjadi pada hari ini dan esok hari.
 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved