Breaking News:

Hari Antikorupsi

30% Pengguna Layanan Publik Indonesia Harus Menyogok, Menteri Keuangan: Bukan Suatu Kebanggaan

Berbagai survei menunjukkan integritas, transparansi, dan dari sisi anti-korupsi, Indonesia masih perlu untuk memperbaikinya.

KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai survei menunjukkan integritas, transparansi, dan dari sisi anti-korupsi, Indonesia masih perlu untuk memperbaikinya.

Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: 15 Ucapan Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember, Cocok Dikirim di Grup WA dan Status Medsos

Baca juga: Di bawah Pimpinan Wahidin Halim-Andik Hazrumy Angka Korupsi di Banten Menurun

Dia berbicara itu saat webinar bertema "Hari Antikorupsi Sedunia 2020", Kamis (10/12/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, aspek perbaikan tersebut juga mencakup integritas institusi-institusi di Indonesia baik publik maupun swasta.

Menurut dia, angka tersebut memang lebih baik dari beberapa negara, yakni India dan Kamboja.

Namun, tetap saja bukan suatu kebanggaan karena mencerminkan level korupsi di Tanah Air.

Baca juga: Ini 2 Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh Dunia Versi Forbes

"Walaupun 30 persen angka ini masih lebih baik dari India yang 39 persen atau Kamboja 37 persen, kita tidak boleh sama sekali merasa senang," katanya. 

Padahal, pemerintah sudah memiliki program birokrasi bersih dari korupsi. 

"Kita juga tahu persis bahwa selama beberapa tahun terakhir digiatkan untuk membangun yang disebut Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi (WBBK)," ucap Sri Mulyani.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sri Mulyani: 30 Persen Pengguna Layanan Publik Harus Nyogok Dulu

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved