Breaking News:

Ratusan Pendukung Habib Rizieq Sampaikan 6 Tuntutan di Mapolres Garut, Kapolres: Menerima Aspirasi

Aksi massa pendukung Habib Rizieq di Mapolres Garut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG
Aparat kepolisian Polres Garut, melakukan penjagaan aksi massa yang memprotes kematian enam anggota FPI dan menolak pemidanaan Habib Riziq Sihab di Mapolres Garut, Senin (14/12/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Setelah berkumpul di Masjid Agung Garut di Jalan Ahmad Yani, ratusan orang mendatangi Mapolres Garut, Senin (14/12/2020).

Ratusan pendukung Habib Rizieq Shihab dari berbagai organisasi massa itu mendatangi Mapolres Garut sebagai bentuk protes.

Protes itu terkait tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) karena diduga melakukan perlawanan dan menyerang aparat kepolisian.

Baca juga: Beredar Foto Habib Rizieq Jadi Imam Saat Shalat Berjamaah Bareng Polisi di Polda Metro Jaya

Baca juga: Habib Rizieq Ditahan, Sempat Berikan Pernyataan Sebelum Dibawa ke Tahanan, ini Pesannya

Koordinator aksi, Ibang Lukmanurdin, dalam pernyataan sikap tertulisnya, pihaknya menyampaikan enam tuntutan terkait tragedi kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang terjadi dalam tewasnya enam anggota FPI di rest area Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Enam tuntutan tersebut antara lain, memprotes tewasnya enam anggot FPI dan memandang tindakan tersebut adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), tindak kejahatan kemanusiaan dan perbuatan biadab.

"Tindakan demikian, hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak Pancasilais," kata Ibang.

Minta Habib Rizieq Shihab dibebaskan

Kemudian, menuntut Presiden Joko Widodo untuk membongkar, mengusut, dan menyelesaikan tewasnya enam anggota FPI.

Dengan membentuk tim independen pencari fakta dan mendukung kerja-kerja kemanusiaan untuk pengusutan tuntas kasus tewasnya 6 anggota FPI dan mengungkap dalang pelanggaran kejahatan kemanusiaan tersebut.

"Menuntut presiden untuk menindak tegas siapapun pimpinan Polri yang patut diduga terlibat atau tidak mencegah pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan tersebut," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved