Breaking News:

Akhir Tahun, Hotel dan Restoran Bukan Untung Malah Buntung, Permintaan Refund Naik 10x Lipat

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai dampak pemangkasan libur akhir tahun memberikan dampak yang cukup signifikan.

agoda.com
Fame Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai dampak pemangkasan libur akhir tahun memberikan dampak yang cukup signifikan.

Pihaknya mencatat permintaan refund meningkat 10x lipat dibandingkan kondisi normal.

Baca juga: PHRI: Banyak Hotel dan Restoran di Tangerang Selatan Belum Terima Dana Hibah Pariwisata

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyebutkan belakangan ini pihaknya disibukan dengan komplain dari masyarakat.

"Sampai tadi malam terjadi permintaan refund sebanyak 133 ribu pax dan ini meningkat 10x lipat dibandingkan kondisi normal," ujarnya dalam acara penandatanganan MoU PHRI dan AirAsia, Rabu (16/12).

Lanjutnya, ia dari data tersebut transaksi yang terdampak itu sebesar Rp 317 miliar yang mana itu baru untuk destinasi Bali saja.

Dari sana, Hariyadi bilang dampaknya terhadap ekonomi Bali sebesar Rp 967 miliar yang mana kondisi turut memprihatinkan lantaran di kuartal III pertumbuhan di Bali -12,28%.

Pihaknya menegaskan, senantiasa mendukung upaya pemerintah untuk memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19 ini.

Namun demikian, memang ada faktor-faktor lainnya yang juga harus diperhatikan yaitu faktor ekonomi.

Baca juga: PHRI: Selama Pandemi Covid-19 Hotel dan Restoran di Banten Alami Kerugian

"Karenanya, kami berharap regulasi pemerintah itu bisa diterapkan tetapi perlu sosialisasi sehingga kami bisa mempersiapkan dengan baik. Mungkin, karena waktu sudah berjalan jadi agak sulit untuk membuat soft landing dari situasi ini," ujarnya.

Senada, VP Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Agung Praptono menturukan, pada prinsipnya manajemen mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Karena diketahui bersama bahwa pandemi masih belum berakhir dan grafiknya masih belum menunjukan penurunan yang signifikan," ujarnya saat dihungi secara terpisah.

Berdasarkan data perusahaan, hingga saat ini rata-rata kunjungan saat weekdays sebanyak 8 ribu hingga 10 ribu. Sedangkan saat weekend tercatat 20 ribu hingga 25 ribu pengunjung.

"Angka tersebut masih di bawah kapasitas 50%," lanjutnya.

Karenanya, hingga tutup tahun nanti diproyeksikan ada penurunan kinerja lantaran selama pandemi ini beberapa kali kawasan Ancol mengalami penutupan.

Sayang, ia tak membeberkan proyeksi kinerja tahun ini.

Baca juga: PHRI: Libur Panjang saat Pandemi, Restoran di Tangsel Naik 20 Persen, Hotel Justru Melempem

Untuk itu, Agung bilang saat ini yang menajdi konsentrasi Ancol sebagai salah satu industri pariwisata adalah berperan aktif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Salah satunya melalui penerapan konsep Senang Selamat Bareng-Bareng (SSBB) yang menerapkan 3M di seluruh kawasan", tandasnya.

Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul PHRI: Jelang akhir tahun, permintaan refund naik 10x lipat

Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved