Breaking News:

Pilkada Kabupaten Pandeglang

Toni-Imat Sebut Pilkada Pandeglang Syarat Kecurangan, Berikut Temuannya

Toni Fathoni Mukson–Miftahul Tamamy mempertimbangkan mengajukan gugatan hasil Pilkada Pandeglang 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tribunbanten.com/Rizki Asdiarman
Tangkapan layar YouTube - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandegelang nomor urut 2, Toni Fathoni Mukson-Imat Miftahul Tamamy,  dalam debat publik Pilkada Pandeglang digelar KPU Kabupaten Pandeglang dan disiarkan Kompas TV, Senin (23/11/2020). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang nomor urut 02, Toni Fathoni Mukson–Miftahul Tamamy mempertimbangkan mengajukan gugatan hasil Pilkada Pandeglang 2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Thoni Fathoni Mukson menilai telah terjadi pelanggaran selama pelaksanaan pesta demokrasi rakyat di tingkat daerah tersebut.

Namun, kata dia, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang terkesan membiarkan terhadap masifnya pelanggaran yang terjadi.

"Adanya dugaan intervensi yang dilakukan Paslon 01 kepada Bawaslu dengan melakukan pembiaran yang tidak menindaklanjuti laporan resmi," kata Thoni, melalui sambungan telepon pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Kemenangan Irna Narulita-Tanto W Arban di Pilkada Pandeglang Menurut Hitungan Primbon Jawa

Menurut dia, ada intervensi dari oknum terhadap Bawaslu Kabupaten Pandeglang sehingga lembaga itu tidak dapat bertugas secara maksimal.

Dia mengungkapkan, pada saat rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Kecamatan hingga Kabupaten, saksi nomor urut 02 tidak menandatangani hasil pleno.

"Kami meyakini terjadi kecurangan di mana-mana. Pengerahan ASN hingga intervensi program, yang jelas catatannya kami resmi mengajukan upaya hukum," kata dia.

Untuk itu, pihaknya mempertimbangkan mengajukan gugatan ke MK.

"Kami sedang pertimbangkan untuk laporan ke MK dengan dugaan adanya penggelembungan suara, itu yang akan diajukan," ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah menempuh upaya hukum dengan cara melaporkan KPU dan Bawaslu Pandeglang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Baca juga: Hasil Final Real Count KPU Pilkada Tangsel, Cilegon, Serang, Pandeglang Banten, Ini Para Pemenangnya

"Kita sudah dilakukan upaya hukum dengan melaporkan Bawaslu dan KPU Pandeglang, dan ini sudah masuk sidang pertama," tambahnya.

Untuk diketahui KPU Pandeglang telah melakukan rekapitulasi hasil pemilihan umum tahun 2020 pada Selasa (15/12/2020) malam.

Pasangan nomor urut satu, Irna Narulita - Tanto Warsono Arban keluar sebagai pemenang dengan menaklukkan lawannya Thoni Fathoni Mukson - Miftahul Tamamy.

Irna - Tanto perolehan suara sebanyak 389.367 suara sah, sementara penantangnya Thoni Fathoni Mukson-Miftahul Tamamy meraih 223.220 suara.

Penulis: Rizki Asdiarman
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved