Breaking News:

Jalan-jalan ke Sentra Perajin Tas di Desa Kadu Genep Kabupaten Serang, Bertahan di Tengah Pandemi

Forum ini dibuat agar seluruh lapisan masyarakat, sama-sama bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang perajin

Penulis: Wijanarko | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Wijanarko
Warga di Desa Kadu Genep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sedang menjahit tas, Sabtu (19/12/2020). 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah warga di Desa Kadu Genep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, terlihat sedang menjahit tas, Sabtu (19/12/2020).

Warga lainnya, kemudian memasukkan tas ke dalam wadah plastik.

Itulah pemandangan setiap hari di sudut-sudut rumah di sentra pembuatan tas di Kabupaten Serang.

H Rohman, inisiator Forum Perajin Tas Desa Kadu Genep, mengatakan ada sekitar 300 perajin tas di desa itu.

Baca juga: Cerita Perajin Sandal di Lebak, Mengurangi Karyawan hingga Terancam Gulung Tikar

Baca juga: 800 Perusahaan di Banten Tutup Akibat Pandemi Covid-19, Industri Padat Karya Terdampak Parah

“Mereka tersebar di tiga dari empat RW. Mayoritas warga sudah menjadi perajin tas,” ujar H Rohman di rumahnya kepada TribunBanten.com, Sabtu siang.

H Rohman adalah pelopor perajin tas di Desa Kadu Genep.

Bekas kepala Desa Kadu Genep selama dua periode ini memulai menjadi perajin tas pada 1997.

Bersama kakaknya, H Ibrah (almarhum), H Rohman memulai menjadi perajin tas dengan modal awal Rp 2,5 juta.

H Rohman
H Rohman (TribunBanten.com/Wijanarko)

Sebelum menjadi perajin, H Rohman bekerja sebagai pembuat tas di Jakarta dan sebuah perusahaan selama lima tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved