Breaking News:

Tsunami Banten Dua Tahun Lalu, Saksi Hidup Dengar Suara Pijakan Raksasa Sebelum Bencana Datang

Warga berlarian sambil menggendong dan menuntun anaknya menuju tempat yang lebih tinggi, yakni Gedung Shelter Tsunami Labuan

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Abdul Qodir

TRIBUNBANTEN.COM - Pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, peristiwa tsunami terjadI di pesisir Banten dan Lampung.

Bencana gelomnbang tsunami pada

hari itu di akhir pekan sore itu disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kejadian dua tahun silam mengingatkan kembali ingatan Shella (55), warga Cigondang, Labuan, Pandeglang, Banten.

Ibu dari satu orang anak ini merasakan cemas dan takut saat gelombang laut tinggi menjular ke daratan dan menghantam sejumlah pemukiman warga di pesisir pantai.

Dirinya menceritakan bagaimana posisinya saat dihadapkan bencana tsunami yang menghantam tempat tinggalnya pada Sabtu, 22 Desember 2018, sekitar pukul 21.30 WIB.

"Saat gelombang air tinggi itu posisi saya berada di pantai carita, kebetulan rumah memang dekat di sana," jelasnya saat ditemui di tempat tinggalnya saat ini, di Jalan Ciwaru, Cipare, Serang, Kota Serang, Selasa (22/12/2020).

Suara seperti pijakan raksasa membuat warga panik dan berlarian.

"Saya melihat ketakutan, kecemasan, teriakan hingga kegelisahan warga, berbondong-bondong mencari tempat yang aman," jelasnya.

Warga berlarian sambil menggendong dan menuntun anaknya menuju tempat yang lebih tinggi, yakni Gedung Shelter Tsunami Labuan, di Kampung Masjid, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, tepat berada di bibir pantai.

Gedung yang terdapat lima lantai tersebut merupakan bangunan berbentuk kerangka segi empat dengan 17 pondasi alias bangunan belum jadi.

Baca juga: Kilas Balik 22 Desember 2018, Detik-detik Tsunami Banten, BMKG: Warga Panik Lihat Air Laut

Polisi berjaga di sepanjang kawasan pantai sekitar Jalan Raya Anyer-Carita, Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12/2018). Tsunami menyapu bangunan dan pondok yang ada di pantai hingga ke badan jalan.
Polisi berjaga di sepanjang kawasan pantai sekitar Jalan Raya Anyer-Carita, Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12/2018). Tsunami menyapu bangunan dan pondok yang ada di pantai hingga ke badan jalan. (KOMPAS/FRANSISKUS WARDHANA DANY)

Saat itu, gelombang laut besar terjadi sebanyak tiga kali secara beruntun dan menghantam pemukiman warga di pesisir Labuan, Pandeglang.

"Gelombang pertama itu tidak terlalu besar jadi warga masih bisa melakukan penyelamatan ke tempat evakuasi," ucapnya.

Sedangkan gelombang kedua kata dia, merupakan gelombang yang paling tinggi hingga menembus jarak yang cukup jauh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved