Breaking News:

Kapolda Banten: Ledakan Mesin di Pabrik Kimia PT Dover karena Kecelakaan Alat Produksi

Kapolda Banten, Irjen Fiandar, mengungkapkan hasil penyelidikan jajarannya soal ledakan mesin reaktor uap di PT. Dover Chemical, Kota Cilegon.

Wijanarko
Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Fiandar, mengungkapkan hasil penyelidikan jajarannya soal ledakan mesin reaktor uap di PT. Dover Chemical, Kota Cilegon. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Fiandar, mengungkapkan hasil penyelidikan jajarannya soal ledakan mesin reaktor uap di PT. Dover Chemical, Kota Cilegon.

Peristiwa ledakan terjadi pada Selasa (22/12/2020) sekitar pukul 12.45 WIB.

Baca juga: Polda Banten Masih Selidiki Ledakan dan Kebakaran di Pabrik Kimia PT Dover

Menurut dia, penyebab ledakan di pabrik yang memproduksi zat formalin tersebut diduga akibat tekanan uap mesin reaktor mengalami over disaat produksi.

Pernyataan itu disampaikan Fiandar saat meninjau lokasi ledakan. Dia didampingi Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi dan Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono.

Tujuan kedatangan ke lokasi ledakan untuk memastikan penyebab ledakan di ruang mesin uap reaktor di PT. Dover Chemical.

"Penyebab ledakan di pabrik yang memproduksi zat formalin tersebut diduga akibat disaat produksi tekanan uap mesin reaktor mengalami over. Diduga karena tekanan uap mesin reaktor terlalu over sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan atap bagian produksi rusak. Saat ini Masih dalam tahap penyelidikan dan menunggu hasil dari Forensik Polri," ujar Fiandar, ditemui di lokasi.

Baca juga: Pabrik Bahan Kimia di Cilegon Banten Terbakar, Sempat Terjadi Ledakan Hingga Atap Terpental

Dia meminta pihak pengelola PT. Dover Chemical bisa memperbaiki kerusakan dan dapat menerapkan standar operasional prosedur saat pengoperasian mesin tersebut.

Saat ini, kata dia, korban luka sudah pulang ke rumah masing-masing. korban hanya mengalami syok karena ledakan.

"Korban tidak ada yang luka berat apalagi meninggal hanya luka ringan karena dia syok mungkin. Tindakan pertama kalau ada kejadian itu kan pasti dibawa ke rumah sakit, ternyata rekomendasi dokter tidak perlu dirawat berarti tidak serius lukanya dan sudah mendapatkan perhatian dari perusahaan," ujar Fiandar.

Sementara itu Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengharapkan agar tidak ada lagi insiden serupa di kemudian hari.

"Semoga tidak ada kejadian seperti ini terulang lagi, agar Proses produksi dengan sesuai SOP dan memperhatikan serta mengecek secara rutin kondisi mesin," tambah Edy Sumardi.

Baca juga: 1 Karyawan Meninggal dalam Kebakaran Pabrik Cat di Cikande, Saksi Sebut Ledakan Bak Bom Atom

Penulis: Wijanarko
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved