Breaking News:

Sarmedi Jual Sawah, Beli Perahu Bekas untuk Seberangkan Warga Cinangka Kabupaten Serang saat Banjir

Kemarin ketinggian air sampai paha orang dewasa, tapi sekarang air sudah mulai surut

Penulis: Wijanarko | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Wijanarko
Banjir di Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (24/12/2020). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Wijanarko

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Demi membantu warga Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal menyeberang ke Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sarmedi membeli perahu bekas.

Perahu bekas itu dimanfaatkan saat banjir di perbatasan Desa Rancasanggal dan Desa Cikolelet.

Untuk membeli perahu bekas itu, Sarmedi rela menjual sebagian sawahnya.

Baca juga: Cerita Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Meminta Anak-anak untuk Tidak Bermain di Tengah Banjir

Baca juga: Pilkada di Banten 2020 Diwarnai Banjir, 107 TPS Terpaksa Dipindahkan

Dia tidak pernah mematok harga kepada orang yang menyeberang menggunakan perahunya.

"Seikhlasnya saja. Ada yang memberi Rp 5.000, ada juga Rp 10.000. Diterima saja, alhamdulillah," katanya kepada TribunBanten.com di Kampung Kajaroan, Kamis (24/12/2020).

Jika tidak banjir, Sarmedi bakal menyimpan perahu itu di rumahnya.

Dia pun kembali untuk bertani, menggarap sawahnya.

Menurut pantauan TribunBanten.com, Kamis siang, banjir merendam sebagain sawah di Kampung Kajaroan.

Banjir di Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (24/12/2020).
Banjir di Kampung Kajaroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Kamis (24/12/2020). (TribunBanten.com/Wijanarko)

Jalan yang terendam banjir itu adalah jalur tercepat untuk sampai Desa Cikolelet melalui Desa Rancasanggal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved