Breaking News:

Pilkada Tangerang Selatan

Soal Gugatan Pilkada Tangsel ke MK, Siti Nur Azizah Sebut Kekuatan Politik Lokal Sangat Terasa

Menurutnya, politik lokal saat Pilkada Tangsel kemarin sangat ia rasakan, khususnya kepada pasangan petahana.

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL - KOMPAS.com/TRIA SUTRISNA
Tiga pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang akan berkompetisi pada Pilkada 2020, Muhammad-Rahayu Saraswati (kiri), Siti Nur Azizah-Ruhamaben (tengah) dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG SELATAN - Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Siti Nur Azizah menduga adanya kecurangan pada Pilkada Tangsel 2020 itu karena kekuatan politik lokal.

Menurutnya, politik lokal saat Pilkada Tangsel kemarin sangat ia rasakan, khususnya kepada pasangan petahana.

"Jika memang ada kecurangan dari paslon tiga saya rasa itu karena kekuatan politik lokal, itu yang saya rasakan," katanya saat dihubungi oleh TribunBanten.com, Kamis (24/12/2020).

Kekuatan politik lokal yang Azizah rasakan saat proses Pilkada Tangsel kemarin membuat dirinya ikut geram.

"Ya itu tadi kuatnya politik lokal sehingga terlihat rapih semuanya, perlu keahlian tersendiri untuk membuktikan hal-hal seperti itu," ujarnya.

Baca juga: Setelah Dikeluarkan, Begini Nasib 5 Siswi TikTok-an Injak-injak Rapor Saat ini

Baca juga: Kapolda Banten: Ledakan Mesin di Pabrik Kimia PT Dover karena Kecelakaan Alat Produksi

Bagi Azizah kekuatan politik lokal sangat berpotensi timbulnya kecurangan pada proses pemilihan.

"Pemimpin-pemimpin daerah atau birokrat itu melahirkan politik lokal yang akhirnya muncul kecurangan," jawabnya.

Azizah juga menanggapi perihal gugatan paslon satu ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan kecurangan pada Pilkada Tangsel 2020.

"Itu kan hak ya, kalau memang terbukti ada kecurangan-kecurangan itu ya saya dukung sepenuhnya, ini kan negara demokrasi," jelasnya.

Saat ditanya apakah dirinya juga akan mengajukan gugatan Pilkada Tangsel 2020 ke MK, Azizah menjawab untuk saat ini tidak.

Baca juga: Muhamad-Sara Beberkan Keterlibatan Petahana di Pilkada Tangsel, Pengerahan ASN Hingga Money Politic

Baca juga: Rizieq Shihab Sudah Berstatus Tersangka, Bareskrim Polri Beberkan Pelanggaran yang Dibuatnya

"Suara kami kan jauh, beda kalau paslon 1 dan paslon 3 kan masih cukup dekat, jadi untuk saat ini tidak," katanya.

Namun, jika gugatan paslon satu dapat terbukti tentang adanya kecurangan pada proses Pilkada Tangsel 2020, Azizah mendukung untuk dilakukannya kembali proses pemungutan suara ulang.

"Jika nanti terbukti tentu saja harus kita lakukan pemungutan suara ulang, saya akan dukung itu," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved