Breaking News:

Lebak Bangun Pusat Pelatihan Pekerja Migran, Siap Kirim Pekerja Profesional ke Mancanegara

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak menunjukkan, saat ini pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Lebak sebanyak 887 orang

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Abdul Qodir
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ilustrasi Pekerja Migran 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak kini memiliki Pusat Pelatihan Dan Pengembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jalan Raya Cipanas KM 7, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira. 

Pusat Pelatihan Dan Pengembangan PMI diresmikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabub) Lebak Ade Sumardi melalui virtual di Ruang Kerja Wakil Bupati Lebak Rangkasbitung, Jumat (25/12/2020).

Ade menyebutkan jumlah pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Lebak terus meningkat setiap tahunnya.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lebak menunjukkan, saat ini pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Lebak sebanyak 887 orang dan tersebar di 18 negara.

"Dari jumlah tersebut, paling banyak warga Lebak bekerja di Arab Saudi dengan total sekitar 496 orang," ujar Ade Sumardi dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (25/12/2020).

Adanya Pusat Pelatihan Dan Pengembangan PMI merupakan bentuk komitmen Pemkab Lebak dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pekerja imigran, khususnya pekerja asal Lebak.

Pusat Pelatihan dan Pengembangan PMI ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan calon pekerja migran sehingga dapat bekerja secara profesional dan berkualitas sesuai bidangnya saat penempatan kerja di luar negeri. 

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi meresmikan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lebak melalui virtual di Ruang Kerja Wakil Bupati Lebak Rangkasbitung, Jumat (25/12/2020).
Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi meresmikan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lebak melalui virtual di Ruang Kerja Wakil Bupati Lebak Rangkasbitung, Jumat (25/12/2020). (Dok Humas dan Protokol Kabupaten Lebak)

Baca juga: BP2MI Pulangkan 169.000 Pekerja Migran Asal Indonesia, Banten di Posisi 8 Penyumbang Terbesar

Baca juga: BP2MI: 27 Pekerja Migran Indonesia Terpapar Corona, Perusahaan Tangerang Terlibat Tempatkan Pekerja

Ada beberapa pelatihan dan keterampilan yang diberikan di Pusat Pelatihan Dan Pengembangan PMI.

Yakni pelatihan bahasa asing seperti bahasa Melayu, Mandarin, Kantonis dan Inggris. Ada juga pelatihan merawat bayi, anak, orang tua jompo dan orang sakit.

Selain itu, ada pelatihan kebersihan dan perawatan rumah tangga, pelatihan perhotelan, penyajian makanan minuman, tata boga dan table minner dan pelatihan tour guide.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebak, para kepala desa, para camat harus terus menyosialisasikan kepada para calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri, taati peraturan sesuai prosedur, tingkatkan keterampilan dan jauhkan dari cara-cara percaloan yang merugikan saudara-saudara kita para calon pekerja imigran,” kata Ade.

Balai Latihan Kerja PMI di bawah koordinasi Disnaker Lebak ini menggandeng pihak PT Bintang Permata Lestari Jakarta dalam pelaksanaan pelatihannya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved