Virus Corona
Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Kamar di Trans Hotel Cilegon Penuh, Terpaksa Extra Bed
Kami masih menduga ini adalah ketidakdisiplinan masyarakat yang masih menganggap bahwa Covid-19
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Trans Hotel Cilegon yang menjadi tempat isolasi pasien Covid-19 sudah terisi penuh.
Hotel yang terletak di Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, ini memiliki 41 kamar.
Penuhnya kamar hotel itu karena angka penularan Covid-19 terus bertambah setiap hari.
Baca juga: Pemilik Bisa Ajukan Kos-kosannya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Kota Tangsel, Begini Caranya
Baca juga: Seluruh Daerah di Banten Sudah Masuk Zona Oranye Covid-19, Berikut Data Lengkap per Sabtu ini
"Kami terpaksa extra bed untuk menampung pasien tersebut," ujar Penanggungjawab Trans Hotel, Gunawan, saat dihubungi, Minggu (27/12/2020).
Saat ini, pasien Covid-19 yang berada di Trans Hotel Cilegon sudah mencapai 48 orang yang terdiri atas 22 pria dan 26 perempuan.
Menurut Gunawan, untuk dirawat di Trans Hotel Cilegon, sekarang harus antre.
Dia menyarankan kepada para pasien yang sudah terpapar virus corona, bisa menuju Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.
Caranya dengan berkomunikasi melalui PSC 119 Kota Cilegon.
"Meski di Trans Hotel Cilegon penuh, kami tetap melayani pasien semaksimal mungkin. Kami masih menduga ini adalah ketidakdisiplinan masyarakat yang masih menganggap bahwa Covid-19 itu tidak ada," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon, jumlah pasien Covid-19 tercatat 1.518 orang dengan 122 pasien dirawat dan 67 pasien meninggal.
Manfaatkan Kos-kosan
Dikutip dari Kompas.com, Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) berencana memanfaatkan indekos sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan pihaknya tetap berupaya menambah lokasi karantina terpusat.
Apalagi tren kasus Covid-19 masih menunjukkan peningkatan.
"Saya minta untuk kos-kosan, untuk tempat guest house, atau yang lainnya, yang bisa dikerjasamakan dengan program yang dikerjakan pemerintah pusat melalui kita pemerintah daerah," kata Airin dalam rekaman suara yang terima, dikutip Minggu (27/12/2020).
Dia meminta kepada para pelaku usaha indekos yang berminat menjalin kerja sama untuk mengajukannya ke Pemkot Tangsel.
Airin berpandangan, program ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha indekos di tengah sepi penyewa pada saat ini.
"Sekarang kan kos-kosan sepi, itu bisa dimasukkan ke kami. Karena program isolasi mandiri tersentral, itu kan biayanya dari pemerintah pusat," ujar Airin.
Upaya Pemkot Tangsel untuk menambah lokasi isolasi pasien Covid-19 dengan memanfaat hotel tertunda.
Sebab, hotel di wilayah Tangsel belum bisa untuk menampung pasien terkonfirmasi positif Covid-19, khususnya pada Desember 2020 ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-ruang-isolasi-pasien-covid-19.jpg)