Breaking News:

Cerita Perawat Puskesmas Penyintas Covid-19 Asal Tangsel, Ingatkan Masyarakat Soal Prokes

Nurlaili sembuh setelah menjalani karantina selama dua pekan di rumah lawan Covid-19.

Editor: Yudhi Maulana A
Tribunnews.com
ilustrasi Pasien Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Kisah Nurlaili (37), seorang perawat di salah satu Puskesmas di Tangerang Selatan yang  merupakan Penyitas Covid-19 patut dicontoh.

Nurlaili sembuh setelah menjalani karantina selama dua pekan di rumah lawan Covid-19.

Nurlaili pun tak kuasa ketika mengingat masa isolasi yang dijalani kala itu.

Meski tidak merasakan sakit karena masuk dalam status orang tanpa gejala (OTG), namun tak sebentar rasa kesedihan yang dialami harus ketika jauh dengan keluarga.

"Sedihnya jauh dari keluarga, biasa saya masaki anak-anak tetapi harus jauh dari mereka," kata Nurlaili saat dihubungi, Kompas.com.

Kesedihan yang Nurlalili bertambah setelah munculnya trauma yang dirasakan belakangan ini. Salah satunya soal kebersihan diri.

Tak jarang warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini harus rela mandi 4 kali dalam satu hari.

"Jadi saya selalu takut sekarang. Saya sampai mandi 4 kali sehari, harusnya normal hanya dua kali," ucap Nurlaili.

Di saat Nurlaili dilanda ketakutan kembali terpapar virus corona, dia pun terheran dengan banyaknya warga yang mengabaikan imbauan pemerintah untuk mengedepankan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Dia melihat banyak warga masih tidak mengenakan masker, jaga jarak dan berkerumun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved