Breaking News:

Pasca Disuntik Vaksin, Masker Tetap Harus Dipakai, Ini Alasannya

Protokol kesehatan tetap harus dipatuhi setelah menerima vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19).

(*)
Ilustrasi penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan protokol kesehatan tetap harus dipatuhi setelah menerima vaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Hal ini, karena seseorang yang sudah menerima vaksin masih berpotensi untuk terpapar virus. Meskipun, kata dia, kemungkinan terpapar virus itu sangat kecil.

"Jadi orang kenapa pada saat selesai disuntik harus menggunakan masker, karena setelah disuntik mereka tak langsung membentuk kekebalan perlu waktu 10-14 hari untuk membentuk kekebalan," kata Ati, saat ditemui di Labkesda Provinsi Banten, Senin (4/1/2021).

Baca juga: 4 Ribu Tenaga Kesehatan di Banten Terancam tak Dapat Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Untuk itu, menurut dia, setelah dilakukan penyuntikan vaksin, maka pasien harus menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, dia melanjutkan, vaksin kali ini baru sebesar 70 persen dari total penduduk yang ada. Maka dari itu belum bisa mendapatkan imunitas ataupun kekebalan tubuh yang baik.

Akan tetapi, ketika pelaksanaan vaksin sudah mencapai 70 persen maka paparan Covid-19 sudah tidak akan menjadi kenyataan lagi dan sudah terbebas dari Covid-19.

"Tetapi apabila sudah mencapai 70 persen penduduk dilakukan vaksinasi maka sudah tidak perlu kita menggunakan masker. Tapi apabila itu belum maka kita harus menggunakan protokol kesehatan," jelasnya.

Ati juga mengatakan, untuk imunitas kekebalan tubuh bagi masyarakat pasca dilakukan penyuntikan bergantung kepada metabolisme tubuh pasien.

Baca juga: 16 Januari 2021, Vaksin Covid-19 Didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Banten

Menurutnya, tubuh manusia memiliki responsif yang berbeda-beda dari yang lainnya, oleh karenanya ia telah melakukan antisipasi dengan membentuk komdakipi yang didalamnya terdapat Dokter spesialis baik ditingkat Provinsi ataupun Kabupaten/Kota.

"Jadi pasien sebelum penyuntikan, akan dilakukan screening terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya sesuatu, habis disuntik ia setengah jam harus standby di lokasi untuk mengetahui apakah ada respon yang berbahaya bagi tubuhnya agar cepat dilakukan tindakan," terangnya.

Apabila tidak ditemukan reaksi dalam tubuh, maka pasien tersebut dapat pulang dan setelah 14 hari ke depan akan dilakukan penyuntikan tahap kedua.

"Target kita akurasi vaksin ini dengan penyuntikan dua kali maka kekebalan tubuh masyarakat akan mencapai 95 persen," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved