Breaking News:

PSBB Jawa-Bali, Wisatawan Taman Nasional Ujung Kulon Harus Bawa Surat Rapid Test

Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Andri Firmansyah mengatakan, kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19

Editor: Abdul Qodir
Istimewa (Humas Taman Nasional Ujung Kulon)
Badak di Taman Nasional Ujung Kulon 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Bagi Anda yang mempunyai rencana berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon di Kabupaten Pandeglang, Banten, persiapkan lah hasil pemeriksaan rapid test Covid-19.

Pihak Taman Nasional Ujung Kulon mengeluarkan peraturan baru, di mana setiap pengunjung diwajibkan membawa surat keterangan hasil rapid test jika ingin memasuki kawasan wisata tersebut. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor : SE.01/T.12/TU/P3/01/2021 tertanggal 7 Januari 2021. 

Salah satu poin dalam surat edaran tersebut menyatakan pengunjung yang datang ke Taman Nasional Ujung Kulon wajib memiliki surat keterangan hasil rapid test non-reaktif atau hasil swab test negatif yang berlaku maksimal 7 hari dari waktu diterbitkan.

Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Andri Firmansyah mengatakan, kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan konversasi Badak Jawa (rhinoceros sondaicus) ini.

"Iya, seiring dengan informasi penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini belum menunjukkan penurunan, kami rasa perlu mengeluarkan edaran tersebut. Itu sebagai antisipasi menekan penyebaran Covid-19 di Ujung Kulon," ucap Andri saat dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: 3 Wilayah di Banten Ikuti Aturan PSBB Jawa-Bali, Simak Aturan Lengkap Pembatasannya

Baca juga: Janji Irna Narulita-Tanto yang Unggul di Pilkada Pandeglang, Matangkan Rencana Geopark Ujung Kulon

Menurutnya, kebijakan ini juga sebagai tindak lanjut pemberlakuan PSBB Jawa-Bali mulai 11 sampai 25 Januari 2021.

"Itu berlaku sejak surat itu dikeluarkan, tanggal 7 Januari (2021). Yang jelas, jika tidak mengikuti edaran tersebut, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon," tegasnya. 

Taman Nasional Ujung Kulon sendiri memiliki sejumlah tempat yang sarat akan pemandangan alam yang sangat eksotik. Diantaranya, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum dan Pulau Panaitan.

Selain itu, Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan kawasan konservasi satwa langka seperti Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis aigula) dan Anjing hutan (Cuon alpinus javanicus).

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved