Komunitas Moli Edukasi Warga Banten Agar Gemar Membaca
Upaya itu dilakukan dengan cara menyalurkan buku-buku ke pelosok Banten sebagai upaya menggalakan literasi.
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Komunitas Motor Literasi (Moli) mengedukasi masyarakat untuk gemar membaca.
Upaya itu dilakukan dengan cara menyalurkan buku-buku ke pelosok Banten sebagai upaya menggalakan literasi.
Moli berdiri pada 23 April 2017 di Kampung Ciloang, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten.
Penyaluran diberikan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang baru akan berdiri atau TBM yang kekurangan buku.
"Moli itu sebetulnya lahir dari rahim Rumah Dunia yang fokus dengan anak-anak motor untuk menyalurkan buku ke TBM di pelosok Banten," kata Presiden Moli, Firman Venayaksa (40), Sabtu (9/1/2021).
Baca juga: Nitilaku Memperkuat Sinergi Kampus, Keraton, Kampung, Komunitas, dan Korporasi
Rumah Dunia merupakan komunitas literasi yang menyediakan buku untuk meningkatkan minat baca dan memberikan kelas kepenulisan.
"Awalnya memang relawan Rumah Dunia yang menginisiasi, tapi berkembangnya justru anak-anak motor, jadi gabungan antara pegiat literasi dan anak-anak motor," ujar Firman.
Pada bulan September 2017, Moli mendapat perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo dengan memberikan hibah satu motor untuk membantu kegiatan operasional.
Siapa saja dapat menyumbang buku ke Moli dan tidak ada kriteria buku yang ditentukan.
Moli biasanya bekerja sama dengan kampus untuk mengumpulkan buku atau masyarakat yang ingin menyumbangkan buku.
"Di Untirta Moli bekerja sama dengan mewajibkan mahasiswa baru membawa satu buku saat Ospek," kata dia.
Baca juga: Momentum Sumpah Pemuda, Komunitas Sepeda Apresiasi Kerja Tenaga Medis
Selain Untirta, Moli juga pernah bekerja sama dengan UIN Banten, dan beberapa kampus swasta di Banten, bahkan pernah bekerja sama dengan KPK.
Jika ingin menyumbangkan buku dapat menghubungi ke nomor Whatsapp 087871616662 atau datang langsung ke sekretariat Moli di Kampung Ciloang.
Tidak ada ketentuan dan keterikatan dalam keanggoataan Moli siapa saja bisa menjadi relawan jika mau.
"Kita mah terbuka dengan siapa aja yang ingin menjadi relawan boleh gabung, tidak terikat dan tidak mengikatkan diri, jadi bebas aja" ucapnya.
Namun, karena sekarang dalam situasi pandemi Moli membatasi dulu dalam perekrutan relawan tidak sebebas sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/komunitas-motor-literasi-moli-1.jpg)