Breaking News:

News

BREAKING NEWS: Viral Polisi Geruduk Kolam Renang Waterboom Cikarang, Ratusan Pengunjung Berhamburan

Dalam video yang beredar, banyak pengunjung dari Waterboom yang menerapkan menjaga jarak alias berkerumun di beberapa sudut.

Editor: Abdul Qodir
Tangkapan layar video
BREAKING NEWS: Viral Polisi Geruduk Kolam Renang Waterboom Cikarang, Ratusan Pengunjung Berhamburan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebuah video membludaknya pengunjung Waterboom Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga digeruduk aparat kepolisian, viral di media sosial. 

Dalam video itu, tampak seseorang merekam suasana wisata air tersebut.

Perekam video tersebut menyesalkan adanya keramaian yang tejadi di lokasi itu.

"Nggak nyadar ya Waterboom, ini pandemi?. Nggak takut kena Covid-19, heran, pada mau aja datang seperti ini.

"Demi uang Rp10 ribu kena Covid-19 yang ada pemerintah yang bayar mereka sakit," kata seorang perempuan dalam video tersebut sambil merekam kerumunan warga.

Dalam video yang beredar, banyak pengunjung dari Waterboom yang menerapkan menjaga jarak alias berkerumun di beberapa sudut.

Selain itu, dipastikan para pengunjung wisata air juga banyak tidak mengenakan masker.

Suasana di Waterboom Lippo Cikarang tampak tak seperti ada rasa takut akan virus corona..

Para pengunjung dengan santai berkerumun, bahkan banyak dari mereka tak mengenakan masker.

Baca juga: Kapolsek Walantaka Dicopot Usai Kerumunan Ribuan Orang Nonton Pertandingan Sepak Bola Tarkam

Baca juga: Kapolri Copot 2 Kapolda & 2 Kapolres, Anies Baswedan Kini Terimbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab

Dalam video lainnya, nampak petugas kepolisian melakukan pembubaran kerumunan di lokasi wisata air Waterboom Lippo Cikarang tersebut.

Dengan menggunakan pengeras suara, kepolisian meminta pengunjung membubarkan diri kembali ke rumah karena tidak ada penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam lokasi wisata tersebut.

Video pembubaran polisi terhadap kerumunan di Waterboom Lippo Cikarang dapat dilihat di sini

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi membenarkan peristiwa kerumunan di lokasi wisata tersebut.

"Iya benar, kejadian kemarin pada Minggu, 10 Januari 2021," kata Sukadi saat dikonfirmasi, pada Senin (11/1/2021).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved