Breaking News:

Bursa Calon Kapolri, Kriteria MUI untuk Polri 1, Presiden Joko Widodo Jangan Salah Pilih

Dalam waktu dekat, posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) akan berganti. Seperti apa sosok calon Kapolri di mata MUI

Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews/Tribun Medan
Dari kiri ke kanan: Gatot Eddy Pramono, Boy Rafli Amar, Listyo Sigit Prabowo, Agus Andrianto, dan Arief Sulistyanto. Inilah profil lima jenderal bintang tiga yang diajukan Kompolnas kepada Jokowi sebagai calon Kapolri pengganti Idham Azis. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Dalam waktu dekat, posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) akan berganti.

Lima perwira tinggi Polri masuk daftar nama calon Kapolri.

Mereka yaitu, Komjen Pol Boy Rafi Amar, KomjenListyo Sigit, Komjen Pol Agus Andrianto, Komjen Pol Gatot Eddy, dan Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Baca juga: Profil Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit, Sosok Humanis Mantan Kapolda Banten yang Dekat Ulama

Baca juga: Nama Calon Kapolri Diajukan ke DPR pada Rabu, Hari Kesukaan Jokowi, Mantan Kapolda Banten Berpotensi

Seperti apa sosok calon Kapolri di mata Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengatakan hak untuk mencalonkan dan menunjuk siapa yang akan menjadi Kapolri ada di tangan presiden.

"Kita sudah tahu itu semua. Dan kita harus menghormatinya," ujar Anwar Abbas, dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021).

Meskipun penunjukan Kapolri merupakan hak prerogatif presiden, namun, kata dia, presiden harus mempertimbangkan sejumlah faktor.

"Hendaknya kalau akan mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi Kapolri pertimbangan tentu tidak cukup hanya didasarkan kepada kedekatan, loyalitas dan profesionalitas saja tapi harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Apalagi akhir-akhir ini, dia menilai hubungan antara pemerintah dan umat Islam agak terganggu karena ada sebagian umat Islam melihat bahwa di negeri ini telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama.

Meskipun pemerintah, kata dia, tidak melakukan itu tapi sikap dan pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena dia bisa menjadi seperti api di dalam sekam.

"Apalagi kalau seandainya sebagian besar umat islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan, ditambahpersoalan krisis kesehatan karena covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya dan juga krisis ekonomi yang cukup berat yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara ini maka tentu tidak mustahil berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan akan bisa terjadi," ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai anak bangsa, dia merasa khawatir penunjukan Kapolri baru bila salah pilih akan melahirkan reaksi yang tidak baik bagi perkembangan kehidupan bangsa kedepannya.

Baca juga: Bursa Calon Kapolri, Mantan Kapolda Banten Listyo Sigit dan Boy Rafli Berpotensi Polri 1

Baca juga: Harta Kekayaan dan Profil 5 Calon Kapolri, Siapa yang Paling Kaya?

Untuk itu, dia berharap dalam penunjukan dan penetapan seorang Kapolri di tengah-tengah situasi seperti ini tentu saja presiden sangat diharapkan dan dituntut kearifannya untuk bisa memilih sosok seorang Kapolri yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas

"Agar kita sebagai bangsa bisa berkonsentrasi penuh di dalam mengatasi masalah yang sangat-sangat berat yang kita hadapi saat ini, yaitu mengatasi covid19 dan krisis ekonomi yang sangat memerlukan persatuan dan kesatuan dari seluruh warga bangsa," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved