Breaking News:

Cerita Penjual Jajanan Tradisional, Merasa Beruntung Masih Bisa Hidup di Zaman Susah

Otong (55), warga Ciamis, Jawa Barat membagi kisah menjual permen gulali.

Penulis: Wijanarko | Editor: Glery Lazuardi
Permen Gulali 1
Permen Gulali 1 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Otong (55), warga Ciamis, Jawa Barat membagi kisah menjual permen gulali.

Dia menjual permen gulali di sekitar Desa Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.

1 permen gulali, dijual seharga Rp 2.000,-/permen.

Pembeli bisa meminta bentuk apapun yang diinginkan.

"Sudah 2 tahun saya jualan permen gulali. Sebelumnya saya usaha kredit," ujarnya sambil merangkai permen gulali pesanan anak-anak kepada TribunBanten.com, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Cerita Suka-Duka Anggota Gugus Tugas Covid-19 Jadi Garda Depan Penanganan Virus

Baca juga: Cerita Warga Citangkil Buat Kampung Kreasi Lukis, Bikin Mural Beragam Tema di Rumah

Persaingan ketat dan kemajuan industri pangan, membuat permen gulali tradisional ini saat ini sulit untuk ditemui.

Namun, kata dia, banyak masyarakat khususnya anak-anak yang masih menyukai permen gulali ini.

"Alhamdulillah biarpun sedikit, lumayan aja. Modal beli gula 3 kg, Rp 37.000,- bisa untung sampai Rp 200.000,- bisa buat makan sama ngirim sedikit buat keluarga di Ciamis" ujarnya.

Dia mengaku dapat membuat berbagai bentuk gulali.

Permen Gulali
Permen Gulali (TRIBUNBANTEN/WIJANARKO)

"Tapi jangan minta bentuk yang terlalu susah ya. Ada aja anak tuh yang minta dibuatin bentuk rumah, waduh angkat tangan saya haha," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved