Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang Jatuh Sempat Masuk Hanggar pada Maret-Desember 2020

Pesawat pun dioperasikan kembali dengan penumpang atau commercial flight pada 22 Desember 2020. 

Tribunnews/Danny Permana
ilustrasi. Pesawat milik maskapai penerbangan nasional Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ 182 sempat tidak mengudara selama hampir 9 bulan.

Pesawat itu masuk hanggar pada 23 Maret 2020 hingga Desember 2020.

Pesawat buatan Boeing itu mulai beroperasi tanpa penumpang pada 19 Desember 2020.

Pengoperasian itu dilakukan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menggelar inspeksi pada 14 Desember.

Pesawat pun dioperasikan kembali dengan penumpang atau commercial flight pada 22 Desember 2020. 

Kemenhub menyatakan, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 dinyatakan dalam kondisi laik terbang sebelum jatuh pada Sabtu (11/1/2021) lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pengawasan.

Hal itu meliputi pemeriksaan semua pesawat dari semua maskapai yang diparkir atau tidak dioperasikan untuk memastikan pesawat tersebut masuk ke dalam program penyimpanan dan perawatan pesawat.

Kemenhub juga disebut telah menindaklanjuti Perintah Kelaikudaraan (Airworthiness Directive) yang diterbitkan oleh regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) yang diterbitkan pada 24 Juli 2020.

“Perintah Kelaikudaraan tersebut mewajibkan operator yang mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-300/400/500 dan B737-800/900 untuk melakukan pemeriksaan engine sebelum dapat diterbangkan,” kata Novie dalam keterangan tertulis, Senin (11/1/2021).

Halaman
123
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved