Breaking News:

Produk-produk UMKM Lebak Sudah Ada yang Diekspor, Potensi Lokal Terus Dikembangkan

Kami siap terus mendukung pelaku usaha untuk terus berkembang dan memperkenalkan potensi lokal Lebak

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Produk-produk UMKM Lebak yang dipajang di KUMKM Galeri. 

Laporan wartwan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM LEBAK - Setiap tahun, jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Lebak diperkirakan terus bertambah.

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usah Kecil Menengah (UKM) Lebak, Omas Irawan, mengatakan pada 2019 tercatat 53.300 pengusaha UMKM yang sudah terdaftar.

"Pada 2020 sampai awal tahun ini belum kami data ulang," ujarnya kepada TribunBanten.com di kantornya, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Segera Cek eform.bri.co.id/bpum untuk Cairkan Dana UMKM Rp 2,4 Juta, Berikut Cara dan Syaratnya

Baca juga: Mengembangkan Usaha? Ini Sumber Pendanaan Cepat dan Mudah bagi Para Milenial dan Pengusaha UMKM

Baca juga: Salurkan 100 Ton Bantuan dan Pelatihan UMKM saat Pandemi Covid-19, Presdir JNE: Connecting Happiness

Menurut dia, sebelum adanya pandemi Covid-19, pihaknya sudah menggarap potensi lokal untuk dikembangkan.

Yaitu memperkenalkan produk-produk asli khas Lebak, seperti kerajinan gelas dari bambu dan makanan khas.

Fasilitas galeri UMKM di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Pandeglang.
Fasilitas galeri UMKM di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Pandeglang. (TribunBanten.com/Wijanarko)

"Sudah ada produk khas Lebak yang diekspor, yaitu gula simet dan batu-batu fosil," ucap Omas.

Omas menyarankan pelaku UMKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produknya.

"Kami siap terus mendukung pelaku usaha untuk terus berkembang dan memperkenalkan potensi lokal Lebak," ujarnya.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved