Breaking News:

Ombudsman RI Perwakilan Banten Terima 212 Laporan Dugaan Penyelewengan Bansos, Buka Posko Pengaduan

Dedy mengatakan dia bersama dengan tim telah membuat posko pengaduan di lapangan.

istimewa
Ombudsman RI Perwakilan Banten menerima 587 laporan selama 2020. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ombudsman RI Perwakilan Banten menerima 587 laporan selama 2020.

Dari 587, 212 laporan di antaranya berasal dari masyarakat tentang dugaan penyelewengan anggaran dana bantuan sosial (bansos) pada saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Banyak Aduan, Ombudsman Minta Pemda se-Banten Aktif Sosialisasikan Penanganan Covid-19 di Media

Baca juga: Pengaduan Covid-19 ke Ombudsman RI Perwakilan Banten Bisa Lewat WhatsApp

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten Dedy Irsan mengatakan pada April-Juli 2020, banyak masyarakat yang mengadu untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

"Jumlah laporan tertinggi yang diterima Ombudsman di seluruh Indonesia, Banten ada 212 laporan dan laporan paling banyak mengenai bansos," ujarnya saat Zoom Meeting dengan media, Rabu (13/1/2021).

Dedy mengaku pihaknya pun menghubungi pelayanan institusi Dinas Sosial di kabupaten/kota dan inspektorat agar dapat ditindaklanjuti.

Menurut dia, laporan dugaan pelanggaran ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Sebagian yang melapor kami tindaklanjuti, narahubungnya di pelayanan sosial dan inspektorat," katanya.

Ombudsman RI Perwakilan Banten menerima 587 laporan selama 2020.
Ombudsman RI Perwakilan Banten menerima 587 laporan selama 2020. (istimewa)

Ombudsman RI Perwakilan Banten akan memproses 10 persen laporan dugaan pelanggaran dana bansos itu.

Dedy mengatakan dia bersama dengan tim telah membuat posko pengaduan di lapangan.

Posko pengaduan itu ditujukan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial dari Dinas Sosial.

Adapun dugaan laporan merata di delapan kota dan kabupaten di Banten.

Baca juga: Ombudsman Banten Buka Posko Pangaduan Online Terkait Bantuan untuk Warga Terdampak Corona

"Aduannya banyak, mulai dari tidak mendapatkan bansos padahal mereka (masyarakat) merasa layak mendapatkan, dan terjadi pungutan di luar bansos," ucap Dedy.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved