Syekh Ali Jaber Meninggal
Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Berikut Profil dan Perjalanan Dakwahnya
Syekh Ali Jaber atau bernama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini meninggal dunia dalam kondisi negatif Covid-19.
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla
TRIBUNBANTEN.COM - Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi ini, Kamis (14/1/2021) di RS Yarsi Jakarta.
Syekh Ali Jaber atau bernama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini meninggal dunia dalam kondisi negatif Covid-19.
Syekh Ali Jaber merupakan seorang pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.
Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1976 atau dalam penanggalan Hijriah bertepatan dengan 3 Shafar 1396 H.
Syekh Ali Jaber adalah anak sulung dari 12 bersaudara yang lahir di Madinah, Arab Saudi.
Syekh Ali Jaber sejak kecil telah mendapat bimbingan agama dari sang Ayah.
Ayahnya adalah seorang penceramah agama yang mengharapkan Ali Jaber sebagai anak pertama, bisa seperti dirinya.
Di usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber telah menghapal 30 jus Alquran, bahkan di umur 13 tahun ia diamanahi untuk menjadi imam Masjid di salah satu Masjid Kota Madinah.
Syekh Ali Jaber menempuh pendidikannya dari formal hingga nonformal di Madinah, Arab Saudi.
Pendidikan formalnya dari tingkat ibtidaiyah hingga aliyah diselesaikannya dari tahun 1989 hingga 1995.
Baca juga: Syekh Ali Jaber Dikabarkan Meninggal Dunia dalam Keadaan Negatif Covid-19
Baca juga: Syekh Ali Jaber Terpapar Virus Corona, Sebelumnya Aa Gym
Usai lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.
Sejak tahun 2008, Syekh Ali Jaber mulai menjalankan dakwah di Indonesia, bahkan ia telah resmi terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012.
Dalam perjalanannya belajar ilmu agama, ia rutin mengajar dan berdakwah di mana-mana, khususnya di tempat ia tinggal, di Masjid tempat ayahnya mensyiarkan Islam dan ilmu Alquran.
Selama di Madinah ia juga aktif sebagai guru hafalan Alquran di Masjid Nabawi dan menjadi imam salat di salah satu Masjid di Kota Madinah.
Pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Keduanya, hingga tahun 2020 telah dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan.
Di Lombok ia menjadi guru hafalan Alquran, Imam salat, dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, Indonesia.
Karir dakwahnya berlanjut saat diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sudan Kelapa, Menteng, Jakarta.
Selain itu, dirinya menjadi pembimbing tadarus Alquran dan imam salat Ied di Masjid Sunda kelapa, Menteng, Jakarta.
Kehadiran Syekh Ali Jaber rupanya disambut baik oleh masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan.
Penyampaian dakwahnya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits.
Baca juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Isi Pengajian di Lampung, Pisau Sampai Patah, Justru Kasihan
Baca juga: 10 Fakta Penting Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber, Mulai Klaim Hingga Kejanggalan
Sejak saat itu, Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.
Pada tahun 2012, ketulusannya dalam berdakwah, membuatnya dianugerahi kewarganegaraan Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejak itu pula ia rutin mengisi acara Damai Indonesiaku di TvOne dan menjadi juri Hafizh Indonesia di stasiun televisi RCTI.
Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghafal Alquran di Indonesia, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber yang berkantor di Jatinegara, Jakarta.
Karier Syekh Ali Jaber terus mengalir, ia mulai tampil di berbagai program telivisi, bahkan ia juga mulai menjadi aktor dalam film “Surga Menanti” (2016).
Popularitas Syekh Ali Jaber sangat besar di Indonesia.
Meski sudah dikenal melalui media, ia tetap rendah hati dan masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/syekh-ali-jaber-memberikan-keterangan-pers-2.jpg)