Breaking News:

Jasad Awak Kabin Sriwijaya Air Isti Yudha Diidentifikasi, Warga Banten yang Bercita-cita Pramugari

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 5 orang jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Penulis: Glery Lazuardi | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kakak kedua pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika, Irfan Defrizon, memegang foto adiknya saat ditemui di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Isti adalah satu dari 62 penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu. 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah
mengidentifikasi 5 orang jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada Jumat (15/1/2021).

Salah satu di antaranya, yaitu Isti Yudha Prastika (perempuan, 34 tahun).

Isti Yudha Prastika adalah warga Banten.

Dia bertempat tinggal di Reni Jaya Blok K3/1, RT 1/6, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Isti Yudha Prastika adalah pramugari NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air.

Baca juga: 12 Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi, 50 Orang Masih Pencarian

Baca juga: Para Pengantin Baru yang Tenggelam Bersama Sriwijaya Air, Istri Hamil Muda Hingga Gagal Unduh Mantu

Isti Yudha Prastika merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Udjang Usman dan Iryanningsih.

Ketiga kakaknya yaitu Niniek Multami, Billian Purnama Oktora, Irfan Defrizon.

Isti mulai berkarir sebagai pramugari sejak lulus SMA di usia sekira 18-19 tahun atau sekira tahun 2004.

Kariernya kali pertama menjadi pramugari di Sriwijaya Air.

Selama satu tahun terakhir, dia menjadi pramugari di NAM Air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved