Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air

Sudah 272 Kantong Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Ditemukan, 17 Korban Teridentifikasi

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan pencarian korban dan material pesawat masih terus berlanjut.

Dok Basarnas
Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan tubuh kembali tiba di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) siang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga Jumat (16/1/2021) pukul 20.00 WIB, sudah 272 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan, Tim SAR telah menerima penambahan 33 kantong berisi bagian tubuh korban, sehingga total menjadi 272 kantong.

"(Penambahan) 33 kantong jenazah, 6 kantong bagian kecil dari pesawat, dan potongan besar pada pesawat ada 17," kata Bagus saat jumpa pers di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021).

"Sehingga total yang kita dapatkan selama 7 hari ini sebanyak 272 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban, serpihan kecil pesawat sebanyak 46 kantong, dan potongan besar pesawat 50 bagian," sambungnya.

Pada Selasa (12/1/2021) lalu, Flight Data Recorder (FDR) atau bagian kotak hitam pesawat juga telah ditemukan. Operasi pencarian yang sudah memasuki hari ketujuh ini akan diperpanjang selama tiga hari, hingga Senin (18/1/2021).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan pencarian korban dan material pesawat masih terus berlanjut.

Terlebih, cockpit voice recorder (CVR) yang merupakan bagian lain dari kotak hitam berisi data percakapan pilot dan kopilot juga masih dicari.

Baca juga: Jasad Awak Kabin Sriwijaya Air Isti Yudha Diidentifikasi, Warga Banten yang Bercita-cita Pramugari

Baca juga: Jempol dan Dompet yang Mengantar Indah Halimah Teridentifikasi, Namun Bayi dan Suami Masih Misteri

Foto udara dari pesawat CN 295 milik TNI AU saat melakukan proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Dari udara terlihat tim SAR gabungan mencari serpihan dan korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 serta terlihat tumpahan minyak yang diduga bahan bakar Sriwijaya Air SJ 182. Tribunnews/Jeprima
Foto udara dari pesawat CN 295 milik TNI AU saat melakukan proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Dari udara terlihat tim SAR gabungan mencari serpihan dan korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 serta terlihat tumpahan minyak yang diduga bahan bakar Sriwijaya Air SJ 182. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga terjatuh.

Halaman
12
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved