Breaking News:

Xiaomi Masuk Dalam Daftar Hitam di Amerika Serikat! Apa Alasannya?

masuk dalam daftar entity list, dilarang melakukan transaksi apa pun, termasuk jual-beli komponen

Kompas.com/Yudha Pratomo
Logo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Xiaomi bakal menjadi subjek larangan investasi berdasarkan undang-undang yang baru di Amerika Serikat (AS).

Undang-undang itu memaksa investor-investor asal AS melakukan divestasi saham per 11 November 2021.

Hal itu menyusul Presiden AS Donald Trup memasukkan Xiaomi ke dalam daftar hitam atau blacklist perusahaan yang dilarang untuk berinvestasi.

Dimasukkannya Xiaomi ke dalam daftar perusahaan yang dicekal itu setelah Departemen Pertahanan AS mengkategorikan Xiaomi sebagai "perusahaan militer milik komunis Cina".

Selain Xiaomi, ada sembilan perusahaan Cina lainnya yang masuk daftar cekal, sebagian besar didominasi oleh perusahaan yang bergerak di industri penerbangan, kedirgantaraan, pembuatan kapal, bahan kimia, telekomunikasi, konstruksi, dan infrastruktur.

Sebagai informasi, daftar ini berbeda dengan daftar entity list yang diterapkan oleh Departemen Perdagangan AS, di mana Huawei masuk dalam daftar itu.

Seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar entity list, dilarang melakukan transaksi apa pun, termasuk jual-beli komponen dan software dengan perusahaan AS, tanpa persetujuan pemerintah AS.

Sementara Undang-undang baru tentang investasi ini hanya mengatur agar perusahaan-perusahaan AS mengalihkan saham-sahamnya dari perusahaan Cina yang ada di dalam daftar.

Selain Cina, administrasi Trump kini juga sedang menjajaki memblokir perusahaan-perusahaan dari lima negara lain, agar tidak memasok perangkat telekomunikasi ke AS.

Negara-negara yang dimaksud adalah Rusia, Iran, Korea Utara, Kuba, dan venezuela.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved