Breaking News:

18 Santri Tertimbun Bangunan Pondok Pesantren yang Ambruk saat Salat Magrib Berhasil Dievakuasi

Saat santri sedang melaksanakan Salat Magrib, tiba-tiba bangunan Pondok Pesantren (ponpes) Al-Mudaroh ambruk.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pondok Pesantren Al - Mudaroh di RT 01/01 Kampung Loji, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, roboh, Sabtu (16/1/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Saat santri sedang melaksanakan Salat Magrib, tiba-tiba bangunan Pondok Pesantren (ponpes) Al-Mudaroh ambruk.

Pesantren itu berada di RT 01/01, Kampung Loji, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (16/1/2021) itu.

Baca juga: Cerita Nenek Sukarni Tinggal di Gubuk Reyot Tangerang, Kerap Ngungsi ke Masjid karena Takut Roboh

Baca juga: Ratusan Santri di Tangerang Positif Covid-19, Klaster Pesantren Penyumbang Terbesar Kasus di Banten

Baca juga: Seorang Ibu Ambruk Tahu Anak, Menantu, Besan, dan Cucunya di Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh

Ustaz Dadang, tokoh agama, mengatakan santri di pondok pesantren itu berasal dari berbagai daerah.

Dia menduga ambruknya bangunan pesantren karena kelebihan kapasitas.

Selain kelebihan kapasitas, dugaan lainnya konstruksi bangunan yang tak sesuai.

"Ponpes pimpinan KH Mizaburohmat ini memiliki puluhan santri dari berbagai daerah tersebut," ujar Dadang, Minggu (17/1/2021).

Danramil Pacet Kapten Edie Surono mengatakan, ada 18 santri yang sudah berhasii dievakuasi dari lokasi ambruknya bangunan.

Aktivitas santri di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020) setelah libur panjang akibat Covid-19. Ponpes tersebut menerapkan protokol kesehatan dan pengecekkan kesehatan bagi santri yang baru tiba.
Aktivitas santri di Pondok Pesantren An Nuqthah, Kota Tangerang, Banten, Kamis (18/6/2020) setelah libur panjang akibat Covid-19. Ponpes tersebut menerapkan protokol kesehatan dan pengecekkan kesehatan bagi santri yang baru tiba. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Ada 18 orang santri yang sudah dibawa ke Rumah Sakit Cimacan," katanya.

Edi mengatakan, rata - rata santri yang dibawa ke RS Cimacan mengalami luka berat dan ringan karena tertimbun reruntuhan material bangunan.

Kapolsek Cipanas, AKP Galih Apria, mengatakan belum mengetahui persis penyebab ambruknya pesantren tersebut.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved