Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air

Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Dibobol Maling, Stroller Bayi, Tabung Gas Hingga Sepeda Raib

 Rumah penumpang pesawat Sriwijaya Air 182 yang jatuh di perairan Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta dibobol maling

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
(KOMPAS.com/RASYID RIDHO)
Rumah Arneta Fauzi, salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Rumah penumpang pesawat Sriwijaya Air 182 yang jatuh di perairan Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta dibobol maling.

Rumah yang berada di Perumahan Taman Lopang Indah Blok FU 2 No 27, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang itu dihuni Arneta Fauzi (41) beserta tiga orang anaknya.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Tribunbanten.com kejadian tersebut terjadi pada Jumat malam, (15/1/2021) yang lalu.

Ketua RT setempat, Nanang Wahyudi menjelaskan pada saat itu keadaan rumah korban tengah kosong dan tidak ada orang didalamnya.

Kemudian pada Minggu (17/1/2021) pagi tadi, Yayu salah seorang ART mencoba mengecek kondisi rumah korban ternyata beberapa peralatan rumah raib.

Baca juga: Rumah Kontrakan Korban Sriwijaya Air di Kota Serang Dibobol Maling, Masuk Lewat Atap Jebol Plafon

Baca juga: Rumah Korban Sriwijaya Air SJ 182 di Serang Banten Digondol Maling

"Ada satu unit sepeda, stroller bayi, tabung gas elpiji tiga kilogram, hingga galon air minum raib digondol maling," jelasnya saat dihubungi, Minggu (17/1/2021).

Nanang juga mengatakan, posisi keadaan rumah sudah kebuka dan diketahui genteng rumah korban telah terbuka sebanyak empat titik.

"Lewat genteng, ada empat (genteng) dibuka, terus lewat plafon, turun ke kamar belakang dan keluar lewat pintu belakang," sambungnya.

Selanjutnya, pihak setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib untuk segera ditindaklanjuti.

Masyarakat pun sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh para pelaku pencurian.

Pasalnya menurut warga disaat kondisi seperti ini, para pelaku tidak memiliki hati yang peduli dengan keadaan korban bersama dengan keluarga yang ditinggalkan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved