Breaking News:

Tragedi Sriwjaya Air

Tega, Rumah Korban Meninggal Sriwijaya Air Dibobol Maling

Tak dinyana, dia mendapati sejumlah barang di dalam rumah korban sudah raib, termasuk dorongan atau stroller bayi dan tabung gas.

(KOMPAS.com/RASYID RIDHO)
Rumah Arneta Fauzi, salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air 

Warga sekitar sangat menyayangkan kejadian ini. Sebab, pelaku tidak mempunyai empati atas suasana duka keluarga korban.

"Sudah lapor ke polisi. Ini maling tega, biadab, lagi berduka juga," ucap Nanang.

Kapolsek Serang Kompol Hadi Sucipto mengatakan, anggotanya sudah mengecek rumah Arneta dan telah meminta keterangan warga.   

Namun, karena keluarga korban tidak ada di rumah, polisi tidak bisa melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hadi memastikan kasus pencurian rumah yang dikontrak oleh korban tersebut akan ditindaklanjuti.

"Tetap kita lakukan penyelidikan," ucap Hadi.

Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan tubuh kembali tiba di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) siang.
Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dan beberapa potongan tubuh kembali tiba di Posko SAR Terpadu Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021) siang. (Dok Basarnas)

Diketahui, Arneta Fauzia (39) beserta ketiga anaknya yakni Zurisya Zuar (P) berusia 8 tahun, Umbu Kristin Zia (P) berusia 2 tahun, dan Fao Nuntius Zai (L) yang masih berusia 11 bulan, menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu.

Rencananya, Arneta dan ketiga anaknya yang masih kecil itu terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk bertemu suaminya Yaman Zai (43) yang bekerja di sana.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling, Warga: Tega, Padahal Sedang Berduka"

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved